Disesalkan, Ketua BUMDes Sadu Amertha Desa Tirtasari Jadi Tersangka Korupsi

  • Whatsapp
KEPALA DPMD Buleleng, Nyoman Agus Jaya Sumpena. foto: rik

BULELENG – Penetapan Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sadu Amertha Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali yakni Gede Sukaraga (49) sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi dana BUMDes, disoroti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Buleleng.

Kepala DPMD Buleleng, Nyoman Agus Jaya Sumpena, sangat menyayangkan kasus dugaan penyelewengan dana BUMDes tersebut.

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan, keberadaan BUMDes sangat berpengaruh terhadap perputaran perekonomian masyarakat desa ditengah pandemi Covid-19. Mengingat, BUMDes tidak hanya bergerak pada kegiatan simpan pinjam saja, tapi juga ada pengelolaan air, sampah hingga pertokoan.

“BUMDes secara umum mempengaruhi pendapatan desa. Contoh kami ambil di Desa Panji, sekarang disana ekonominya menggeliat,” katanya, Minggu (7/3/2021).

Dengan adanya kasus Ketua BUMDes ditetapkan sebagai tersangka, Jaya Sumpena mengharapkan pengurus BUMDes lainnya harus memiliki jiwa kejujuran, disamping bekerja secara profesional. Sebab, kebanyakan kasus terjadi lantaran para pengurus tidak memiliki kejujuran.

“Setiap BUMDes sebenarnya sudah kami arahkan, setiap ada persoalan kami sudah lakukan penyelesaian secara kekeluargaan. Namun kalau sudah masuk ke ranah hukum, ya kami hargai proses hukum yang sedang jalan,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diperoleh di DPMD Buleleng, dari total 129 desa di Buleleng, sebanyak 124 desa sudah memiliki BUMDes. Lima BUMDes dengan status terbaik, 64 BUMDes dengan status sedang berkembang, 15 BUMDes kurang berkembang, dan 24 BUMDes bermasalah.

Baca juga :  Jelang MotoGP Mandalika 2021, Pemprov Bali Kembangkan Kapasitas Pelabuhan Padangbai

Permasalahan di BUMDes, sebut Jaya Sumpena, lebih banyak terjadi karena adanya kredit macet. Dia menjelaskan pihak BUMDes hanya melakukan pembinaan jika terdapat BUMDes bermasalah agar menyelesaikan persoalan yang terjadi.

“Di setiap desa ada pengawasnya, kalau kami di DPMD hanya sebagai pembina. Tapi kalau misalnya perlu melakukan audit, maka sampaikan saja ke Inspektorat, karena disana yang memiliki kewenangan terkait hal (audit) itu,” jelas Jaya Sumpena.

Dia menambahkan, lima desa yang belum memiliki BUMDes, saat ini kelimanya dalam tahap persiapan untuk pendirian BUMDes. Hanya saja dengan kondisi pandemi seperti saat ini, masih ada kendala anggaran desa yang difokuskan untuk penanganan Covid-19. “Pasti akan membentuk, kami tinggal menunggu,” pungkas Jaya Sumpena.

Sebelumnya, Ketua BUMDes Sadu Amertha Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar, Buleleng, Gede Sukaraga (49) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Buleleng. Tersangka terjerat kasus dugaan korupsi pengelolaan dana BUMDes yang dikelolanya. Akibat perbuatan tersangka, terdapat kerugian negara mencapai Rp87 juta lebih. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.