Dimungkinkan, PKS dan PPP Berkoalisi di Pemilu 2024

  • Whatsapp
GUBERNUR NTB, Zulkieflimansyah, yang juga salah satu Ketua DPP PKS, menyambut kedatangan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa di kantor DPP PKS, Kamis (15/4/2021). Foto: rul
GUBERNUR NTB, Zulkieflimansyah, yang juga salah satu Ketua DPP PKS, menyambut kedatangan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa di kantor DPP PKS, Kamis (15/4/2021). Foto: rul

MATARAM – Peluang adanya koalisi partai politik (parpol) pada Pemilu 2024 cukup terbuka lebar. Hal itu menyusul elite dua parpol yang berasaskan Islam, yakni PKS dan PPP, bertemu untuk saling menjajaki peluang membentuk poros partai Islam pada Pemilu 2024. Terkait wacana itu, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, membenarkan sinyal rencana koalisi PKS dan PPP.

“Saya sebagai pengurus DPP PKS ikut hadir menyambut Ketua Umum PPP yang juga Menteri Perencanaan Pembangunan dan Bappenas, Suharso Monoarfa, di kantor DPP PKS Jakarta pada Rabu (14/4) sore,” katanya melalui pesan Whatsapp, Jumat (16/4/2021).

Bacaan Lainnya

Dia mendaku diminta Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, untuk datang ke Jakarta guna ikut dalam pertemuan bersama petinggi PPP tersebut. Melihat perkembangan yang ada, dia menilai sangat mungkin PKS dan PPP berkoalisi meski memang perlu penjajakan lebih lanjut.

Sekretaris Jenderal PKS, Aboe Bakar Al Habsyi, mengaku, wacana parpol Islam berkoalisi dalam Pemilu 2024 dirasa sangat tepat. “Why not? PKS prinsipnya adalah partai yang visinya rahmatan lil’alamin. Kami ingin menyambut siapapun yang ingin bergabung, dan akan menyatukan kerja sama besar kami untuk keumatan maupun dari yang lain. Jadi sangat mungkin,” jelasnya.

Baca juga :  Kemenparekraf Terus Promosikan Destinasi Wisata Alam di Nusa Penida

“Tapi ini waktu masih jauh, masih panjang. Penjajakan-penjajakan ini dalam waktu dua tahun setengah, sangat memungkinkan,” sambungnya.

Sekjen PPP, Arwani Thomafi, menambahkan, salah satu poin penting dalam pertemuan dengan PKS adalah membangun demokrasi yang lebih baik. Dia juga tak menutup kemungkinan PPP berkoalisi dengan PKS di Pemilu 2024. “Saya kira juga proses-proses menuju Pemilu 2024 sangat terbuka untuk kami bicarakan dengan PKS,” kata Arwani dalam siaran tertulisnya, kemarin.

Menurut Arwani, PPP tak ingin membahas Pemilu dengan PKS hanya dari satu sisi, misalnya tentang sistem kepemiluan saja. Dia mengaku PPP ingin membuat Pemilu 2024 menjadi lebih enak dinikmati semua pihak, yakni masyarakat dan partai politik. “Misalnya bagaimana agar kontestasi bisa lebih menarik lagi ke depan. Tidak hanya dua pasangan misalnya,” ulasnya.

Dalam pertemuan di PKS itu, kedua parpol juga membuat nota kesepahaman yang ditandatangani Ahmad Syaikhu dan Suharso Monoarfa. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.