Diklat Revolusi Mental, Bupati Sanjaya Rangkul Tenaga Medis Bangun Tabanan

BUPATI Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, membuka diklat revolusi mental, yang melibatkan para tenaga medis di bidang kesehatan di Tabanan, Jumat (1/7/2022). Foto: ist

TABANAN – Pemkab Tabanan merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk para tenaga medis di bidang kesehatan, untuk terus berkomitmen mewujudkan Tabanan yang unggul sebagai tujuan dalam proses pembangunan di Tabanan. Hal itu disampaikan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, saat membuka Diklat Revolusi Mental, Jumat (1/7/2022).

Diklat bertema “Peningkatan Kualitas Layanan Rumah Sakit Menuju Pelayanan yang Akurat, Cepat dan Humanis”. Diklat yang juga dihadiri Sekda, direktur BRSU Tabanan dan direktur RSUD Nyitdah, serta para petugas medis itu, dilaksanakan melalui metode trayanekatrah hypnotic (blur hypnotic).

Bacaan Lainnya

Dikatakan bahwa diklat ditujukan bagi para tenaga medis selaku garda terdepan dalam pelayanan masyarakat di bidang kesehatan. Diikuti 180 tenaga kesehatan, yang terdiri atas 130 orang tenaga kesehatan dari BRSU Tabanan dan 50 tenaga kesehatan dari RSUD Nyitdah.

Agenda workshop dilaksanakan agar dapat meningkatkan kualitas daya manusia di masing-masing rumah sakit, untuk memberikan pelayanan yang akurat, cepat, dan humanis, yakni melalui metode trayanekatrah hypnotic, yang disampaikan dr. Ketut Gede Suatma Yasa.

“Sengaja saya tugaskan tenaga kesehatan untuk mengundang motivator dan pakar metafisika, sekaligus anggota kelompok ahli Pemkab Tabanan, yakni Guru Mangku Hipno, guna bersama-sama me-refresh dan me-repair cara berpikir dan berkomunikasi,” ujar Sanjaya.

Menurutnya, para tenaga kesehatan sebagai ujung tombak dalam fasilitas pelayanan kesehatan. Tidak perlu khawatir atas berbagai permasalahan yang dihadapi. “Sebab, pemkab bersama masyarakat Tabanan telah berkomitmen mewujudkan Tabanan yang unggul sebagai tujuan dalam proses pembangunan Tabanan,” cetusnya.

Sementara dr. I Gede Sudiarta selaku Plt. Dirut BRSU Tabanan, memberikan tanggapan positif terhadap penyelenggaraan diklat tersebut. Disebutkan bahwa keseluruhan peserta diklat terdiri atas manajemen, dokter, dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, dokter gigi spesialis, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya, yang bertugas di pos terdepan, seperti di UGD dan tenaga ambulans. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses