Diiringi Hujan Deras, Krama Batur Gelar “Bhakti Pepranian” di Ulun Danu Batur

WAKIL Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati,Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta,Wakil Bupati I Wayan Diar saat muspayang bakti pepraniandi Pura Ulun Danu Batur, Senin (17/4/2023). Foto: ist
WAKIL Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati,Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta,Wakil Bupati I Wayan Diar saat muspayang bakti pepraniandi Pura Ulun Danu Batur, Senin (17/4/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Mengakhiri rangkaian Karya Pujawali Ngusaba Kedasadi Pura Ulun Danu Batur, masyarakat Desa Pakraman Batur, Senin (17/4/2023) menghaturkan bhakti pepranian. Acara dipusatkan di areal Madya Mandala Pura Ulun Danu Batur, dihadiri Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati; Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta; Kapolres Bangli, AKBP I Dewa Gede Agung Roy Marantika; dan sejumlah OPD di Pemkab Bangli. Walaupun turun hujan deras disertai angin kencang, acara tetap berlangsung hingga berakhir pukul 16.00 Wita.

Manggala Karya, Jro Gede Batur Duuran, menjelaskan, bhakti pepranian adalah wujud syukur, sekaligus permohonan maaf, ke hadapan Ida Bhatara yang berstana di Pura Ulun Danu Batur jika ada kekurangan yang tidak sengaja dilakukan. “Bhakti pepranian merupakan sarana kita memohon maaf kepada beliau, seraya memohon agar Ida Bhatara memberi keselamatan dan kesejahteraan untuk seluruh alam semesta beserta isinya,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati pada kesempatan itu menyampaikan harapan agar dengan pelaksanaan karya ini, Ida Bhatara yang berstana di Pura Ulun Danu Batur memberi keselamatan dan kemakmuran bagi seluruh umat manusia. Selain itu, dia juga berharap Ida Bhatara selalu memberi tuntunan agar semua urusan pemerintahan di Bali bisa berjalan dengan baik, untuk kesejahteraan masyarakat. “Terima kasih kepada umat Hindu sedharma yang sangat antusias tangkil (datang) ngaturang bhakti,” ucapnya.

Berdasarkan laporan Sekretaris Panitia, Karya Pujawali Ngusaba Kedasa Isaka 1944 di Pura Ulun Danu Batur menghabiskan biaya, di luar sumbangan material, sebesar Rp1,284 miliar. Sementara sumbangan (dana punia) yang masuk sebesar Rp5,12 miliar lebih, masih ada saldo Rp3,836 miliar lebih. Dikurang utang bangunan dari tahun 2022 sebesar Rp1,244 miliar, tersisa saldo Rp2,591 miliar lebih. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses