Dihajar Pandemi, Puluhan Desa Wisata di Bangli Mati Suri

SALAH satu DTW persiapan penataan Taman Bali Raja di Desa Tamanbali. Puluhan desa wisata di Bangl mati suri sebagai dampak pandemi Covid-19. Foto: ist

BANGLI – Dari sebanyak 31 desa wisata di Bangli, yang sampai kini masih mampu bertahan hanya tujuh saja. Sisanya rata-rata mati suri sebagai dampak pandemi Covid-19. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli, I Wayan Sugiarta, Selasa (15/2/2022).

Sebanyak 24 desa wisata tersebut, jelasnya, kondisinya kini cukup memprihatinkan. Karena tiada pengunjung, ada objek wisata dibiarkan tak terawat hingga rumput liar tumbuh subur.

Read More

“Beberapa memang masih ada jalan. Tapi dengan kondisi seperti sekarang, di mana-mana pasti lesu, sehingga masyarakat kita juga tidak intens mengelola,” terangnya.

Salah satu desa wisata yang paling eksis di tengah gempuran pandemi saat ini, sebutnya, adalah Desa Wisata Penglipuran. Untuk Desa Wisata Tembuku juga masih menggeliat.

Desa Tamanbali kini menyiapkan rencana penataan lebih lanjut Taman Bali Raja, serta telah membentuk Pokdarwis. “Mereka mengambil hikmah positif dari pandemi ini untuk menyongsong era baru,” sambungnya.

Untuk yang kondisinya benar-benar lesu, kata dia, salah satunya di Guliang Kangin. Selain itu, untuk daerah tujuan wisata di pura, karena lebih didominasi kunjungan wisatawan mancanegara, saat ini tidak ada yang berkunjung walaupun dibuka.

Upaya pengembangan kembali desa wisata yang kondisinya terpuruk, dia berujar Disparbud Bangli meningkatkan upaya promosi dan pengembangan SDM.

“Memang dengan keterbatasan yang ada, semua jadi lesu dan berdampak pada PAD tidak seperti sebelumnya. Tapi, kami selalu bergerak. Promosi dan pengembangan SDM tetap didanai untuk desa wisata menyasar pokdarwis,” pungkasnya. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.