POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, mengingatkan pentingnya deteksi dini Diabetes Melitus (DM) pada anak. Peringatan ini disampaikan menyusul temuan dua kasus DM anak di Gianyar, masing-masing pada kelompok usia 8–9 tahun dan 15–17 tahun.
Ariyuni pada Minggu (10/8/2025) menjelaskan, gejala awal DM pada anak sering kali tidak spesifik, sehingga mudah diabaikan. Tanda yang perlu diwaspadai antara lain sering buang air kecil, termasuk mengompol pada anak yang sebelumnya tidak, rasa haus berlebihan, dan nafsu makan meningkat namun berat badan tidak naik atau justru menurun. “Tubuh tidak bisa memanfaatkan glukosa sebagai energi, sehingga mulai membakar lemak dan otot,” terangnya.
Gejala lain mencakup mudah lelah, luka sulit sembuh, infeksi jamur berulang, serta perubahan perilaku seperti rewel atau mudah marah. Faktor risiko DM tipe 1 pada anak antara lain riwayat keluarga penderita DM tipe 1 atau penyakit autoimun lain, anak dengan penyakit autoimun seperti celiac atau gangguan tiroid, serta paparan faktor lingkungan tertentu. Ariyuni minta orangtua segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan jika menemukan gejala atau faktor risiko tersebut.
Pemeriksaan dapat dilakukan melalui Gula Darah Sewaktu (GDS) di atas 200 mg/dL disertai gejala, Gula Darah Puasa (GDP) di atas 126 mg/dL setelah puasa 8 jam, atau tes HbA1c di atas 6,5%.
Untuk pencegahan, Ariyuni menekankan pentingnya gaya hidup sehat sejak dini, seperti pola makan seimbang, membatasi gula, memperbanyak serat dari buah, sayur, dan biji-bijian, serta aktivitas fisik minimal 60 menit per hari. Pengurangan waktu bermain gawai dan pemantauan berat badan secara rutin juga dianjurkan.
“Pencegahan DM pada anak harus melibatkan seluruh keluarga untuk menciptakan lingkungan yang mendukung. Upaya ini tidak hanya mencegah DM, tetapi juga membentuk fondasi kesehatan anak di masa depan,” tegasnya. adi
























