Di-PHK dan Ditinggal Istri, Pria 40 Tahun Nekat Gantung Diri

  • Whatsapp
POLISI menunjukkan surat yang ditemukan di TKP gantung diri di Banjar Dinas Payangan Tengah, Desa Payangan, Marga, Tabanan. Foto: ist
POLISI menunjukkan surat yang ditemukan di TKP gantung diri di Banjar Dinas Payangan Tengah, Desa Payangan, Marga, Tabanan. Foto: ist

TABANAN – Seorang pria warga Banjar Dinas Payangan Tengah, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Tabanan, I Made Budi Suwantara (40), nekat bunuh diri dengan cara gantung diri. Dia ditemukan tergantung di kamarnya, Senin (19/4/2021) sekitar pukul 18.05.

Pria tersebut diduga mengalami depresi dengan sejumlah beban
permasalahan hidupnya. Hal itu pernah dia sampaikan kepada kerabatnya. Di antaranya, sejak pandemi Covid-19 dia kehilangan pekerjaannya di bidang pariwisata. Dengan permasalahan ekonomi yang menghimpit, sejak Januari 2021 dia juga ditinggal istri bersama anaknya pulang keLembongan, Nusa Penida, Klungkung.

Bacaan Lainnya

Menurut saksi I Putu Swecantara (40) dan Ni Made Karniti (60), dua hari sebelumnya mereka sempat mengajak Budi ngobrol dan berbagi cerita terkait permasalahan yang dihadapi. “Dia (Budi) sempat curhat dan menyampaikan keresahannya atas berbagai masalah yang dihadapi, baik permasalahan dengan istrinya maupun tidak memiliki pekerjaan. Dia bercerita sambil menangis,” ujar saksi.

Kedua saksi pun mencoba menenangkan Budi agar sabar dan tabah menghadapi cobaan hidup tersebut dengan bijaksana. Namun, Budi hanya menangis, dan kemudian masuk ke kamarnya dan mengunci pintu dari dalam.

Pada hari kejadian itu, sekitar pukul 18.05, saksi I Komang Okta Saputra (31), yang tinggal satu pekarangan dengan Budi, merasa curiga karena selama dua hari tidak melihat Budi keluar dari kamar. Saksi kemudian berinisiatif untuk mengintip ke dalam kamar Budi melalui ventilasi udara, namun saksi mencium bau busuk dari dalam kamar tersebut.

Baca juga :  Suiasa Sosialisasi Kebijakan Pemkab Badung Soal Penanganan Corona di Kuta

Atas kecurigaan itu, saksi keudian memberitahukan kepada saksi lainnya, dan kemudian mereka berinisiatif untuk mendobrak pintu kamar Budi. Ketika pintu kamar berhasil dibuka paksa, saksi melihat Budi sudah dalam keadaan leher terjerat kain warna kuning, tergantung di kusen kamar.

Saksi juga menemukan lima lembar surat yang diduga ditulis Budi. Isi tulisan dalam surat itu mengungkapkan rasa kecewa terhadap istri dankeluarganya, serta minta agar anak-anaknya dijaga dan harus tinggal di Tabanan, bukan di Lembongan.

Kejadian itu pun dilaporkan kepada kelian dinas setempat untuk diteruskan ke Polsek Marga dan petugas medis. Hasil visum pun menyatakan bahwa Budi sudah tak bernyawa, dan tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Peristiwa gantung diri tersebut merupakan ketiga kalinya yang terjadi di wilayah hukum Polsek Marga. Dua kejadian sebelumnya terjadi di Banjar Cau, Desa Tua, dan di Banjar Pengembungan, Desa Tegaljadi. “Yang ketiga yang terjadi ini, di Banjar Dinas Payangan Tengah, Desa Payangan. Kami merasa prihatin atas peristiwa tersebut, dan berharap masyarakat bisa saling mengingatkan keluarga masing-masing agar tidak melakukan hal yang sia-sia,” ujar Kapolsek Marga AKP I Nyoman Suadi, Selasa (20/4/2021). gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.