Di Balik Komunikasi Politik Gubernur Koster

  • Whatsapp
GUBERNUR Bali, Wayan Koster. foto: ist

Oleh Made Nariana, Pemimpin Redaksi Harian Pos Bali

GUBERNUR Bali, Wayan Koster, secara fisik memang berperawakan kecil. Tetapi pemikirannya, tidak kecil seperti banyak dibayangkan orang. Ia doktor matematika. Tetapi memiliki wawasan kehidupan yang luas di bidang sosial budaya, adat-istiadat dan keagamaan, khususnya Hindu.

Bacaan Lainnya

Dengan visinya Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Gubernur Koster ingin membangun keseimbangan antara sekala dan niskala. Pertama kali,  ia garap Peraturan Daerah (Perda) Desa Adat yang tujuannya memberikan perlindungan kepada desa adat, sekaligus meningkatkan harkat dan martabat  warga desa adat di Bali, sebagai benteng terakhir mempertahankan adat, budaya, dan agamanya.

Majelis Desa Adat (MDA) diberdayakan dengan maksimal, dibangun dinas untuk memperdayakan desa adat yang jumlahnya ribuan di Bali. MDA juga mendapat fasilitas khusus dari kantor sampai anggaran. Desa adat dan bendesa adat mendapat  tunjangan/bantuan dana APBD secara rutin, sehingga peranannya meningkat untuk menjaga Bali dari segi adat-budaya dan agama.

Made Nariana
Made Nariana

Peranan  desa adat tentu saja  melengkapi desa dinas, yang mengurus masalah administrasi penduduk dan pelayanan dinas. Pendeknya, desa adat mendapat tempat yang terhormat dalam ikut membangun Bali ke depan. Sebelumnya, hal serupa belum pernah terjadi, padahal desa adat sudah berdiri ratusan tahun sebelumnya.

Baca juga :  Puan Maharani Serahkan BST, BSB, dan Sembako di Abiansemal

Roh Bali adalah budaya dan agama, selain adat istiadatnya yang dikenal banyak pihak lain. Di balik itu, sebagai pimpinan wilayah Bali, Gubernur Wayan Koster juga melakukan komunikasi politik dan komunikasi sosial ke pemerintahan pusat. Pengalamannya sebagai anggota parlemen tiga kali berturut-turut, tidak sulit baginya melakukan hubungan politik dan komunikasi personal dengan kalangan pejabat di Jakarta.

Ia dapat langsung menembus orang nomor satu di negeri ini,  baik bertemu di Jakarta atau pun di Bali.  Jokowi, Presiden Republik Indonesia yang mendapat pilihan 92 persen penduduk Bali dalam pilpres 2019 tentu saja ingin membalas budi rakyat di Bali.

Sebagaimana diceritakan Koster sendiri, dalam sebuah pertemuan, Jokowi menawarkan, apa yang dapat dibantu untuk Bali dalam membangun daerah kecil ini sebagai tujuan wisata internasional.

Gubernur Koster tentu menggunakan kesempatan yang baik, dengan menawarkan sejumlah proyek yang ingin dia wujudkan dalam kepemimpinannya. Salah satunya adalah niat Gubernur membangun Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, pembangunan Pelabuhan Segitiga Emas Sanur –Sampalan, dan Bias Munjul (Nusa Penida) Klungkung.

Mendengar usulan Gubernur Bali, tidak berpikir panjang, Presiden langsung memerintahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mewujudkan pelabuhan tersebut. Dan betul, akhir tahun 2020 dimulai pembangunan tiga pelabuhan tersebut dengan sepenuhnya dana dari Pusat sebanyak Rp555 miliar.

Menteri Perhubungan sendiri memuji Gubernur Koster sebagai pejabat yang pintar……!

Baca juga :  Sugawa-Demer Mesra di Rakornis Pemenangan Pemilu, Golkar Optimis Patahkan Superioritas PDIP di Bali

Apakah sampai di sana komunikasi sosial dan politik sang Gubernur? Tidak. Ia juga memiliki harapan menata Pura Besakih, membangun Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, melanjutkan proyek shortcut Denpasar-Singaraja dan merintis jalan Tol Gilimanuk-Badung.

Konon penataan Besakih sudah dalam proses tender dan Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali Klungkung telah dalam taraf penyelesaian lahan yang akan dipergunakan sebanyak lebih dari 300 hektar.

Dalam kondisi pandemi covid-19, di mana dana pemerintah lebih banyak difokuskan untuk menanggulangi wabah itu, Bali masih mendapat proyek fisik yang monumental. Tentu luar biasa.  Memang diperlukan figur yang mampu melaksanakan komunikasi sosial dan politik dengan berbagai kalangan, terutama kepada pihak yang memiliki otoritas  memutuskan pemberian bantuan itu.

Kenyataannya, Gubernur Koster memiliki kemampuan itu, sehingga sejumlah proyek guna mengimplementasikan visi; Nangun Sat Kerthi Loka Bali,  nampak terwujud. Hal ini tentu sebuah kebanggaan. Kita berharap,semua pembangunan Bali  baik fisik dan non-fisik semakin lancar! (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.