POSMERDEKA.COM, BULELENG – Guna memastikan hak konstitusional warga negara terjaga melalui akurasi daftar pemilih, Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, bersama jajaran Bawaslu Buleleng menyambangi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Buleleng, Rabu (6/5/2026). Kunjungan ini merupakan langkah proaktif Bawaslu dalam mengawasi dinamika data kependudukan, yang berpotensi memengaruhi integritas daftar pemilih.
Ariyani menegaskan, sinkronisasi data yang komprehensif adalah harga mati. Menurutnya, ketidaksesuaian administrasi kependudukan sekecil apa pun akan berdampak domino terhadap hilangnya hak pilih warga negara.
“Fokus pengawasan kami bertumpu pada variabel dinamis. Alih status TNI/Polri, data kematian yang lambat terlaporkan, hingga perekaman KTP elektronik bagi pemilih pemula usia 17 tahun menjadi atensi krusial. Jika pembaruan data administratif stagnan, daftar pemilih kita berpotensi kehilangan akurasinya,” tegas Ariyani.
Dia menambahkan, pemutakhiran data bukan sekadar kerja parsial. Pemutakhiran data juga proses berkesinambungan yang menuntut sinergi ketat antara penyelenggara pemilu dan otoritas kependudukan.
Senada dengan Ariyani, anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha, menyebut komunikasi kelembagaan di tingkat kabupaten telah berjalan solid. Bawaslu Buleleng terus melakukan cross-check berkala untuk mengawal data mutakhir dari Dukcapil, guna memproteksi hak pilih masyarakat Buleleng secara presisi. Semuanya bermuara pada satu tujuan: memproteksi hak pilih masyarakat Buleleng secara presisi
“Ekosistem koordinasi yang sudah terbangun solid ini adalah instrumen utama kami. Dukcapil Buleleng sejauh ini sangat kooperatif dalam membuka keran komunikasi,” paparnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Dukcapil Buleleng, Made Juartawan, menyatakan pihaknya terus mempercepat pembaruan data melalui layanan jemput bola dan percepatan perekaman KTP elektronik. Dia menyadari urgensi sinkronisasi ini.
“Melalui skema jemput bola, kami menyisir fasilitas pendidikan untuk memastikan pemilih pemula tidak kehilangan haknya. Proses kalibrasi dan pembaruan data kami jalankan secara periodik agar output data tetap kredibel dan akurat,” pungkas Juartawan. hen
























