Di Bali Tak Ada Santunan Kematian Pasien Covid-19

  • Whatsapp
KEMENSOS RI mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang penghentian pemberian santunan kepada ahli waris korban Covid-19 yang meninggal untuk tahun 2021. Ternyata pemberian santunan sebesar Rp15 juta itu tidak berlaku di Bali sehingga para ahli waris korban meninggal Covid-19 sepanjang tahun 2020 tidak pernah menerimanya. Foto: net
KEMENSOS RI mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang penghentian pemberian santunan kepada ahli waris korban Covid-19 yang meninggal untuk tahun 2021. Ternyata pemberian santunan sebesar Rp15 juta itu tidak berlaku di Bali sehingga para ahli waris korban meninggal Covid-19 sepanjang tahun 2020 tidak pernah menerimanya. Foto: net

DENPASAR – Kementerian Sosial RI telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang penghentian pemberian santunan kepada ahli waris korban Covid-19 yang meninggal untuk tahun 2021. Ternyata pemberian santunan sebesar Rp15 juta itu tidak berlaku di Bali sehingga para ahli waris korban meninggal Covid-19 sepanjang tahun 2020 tidak pernah menerimanya.

Kepala Dinas Sosial Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra, menegaskan bahwa di Bali tidak ada ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal dunia menerima santunan kematian senilai Rp15 juta.  “Sejak kasus kematian Covid-19 yang terjadi pada 11 Maret 2020, tidak ada ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal dunia menerima santunan,” tegasnya, saat dihubungi melalui sambungan telepon di Denpasar, Selasa (23/2/2021).

Bacaan Lainnya

Dewa Mahendra mengaku, pihaknya hanya menjalankan apa yang menjadi instruksi pusat. “Jadi tidak ada santunan untuk ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal,” tegas mantan Karo Humas Pemprov Bali itu.

Kendati demikian, pihaknya tak menampik terjadi pengajuan dari Kabupaten Jembrana dan Gianyar untuk santunan kematian bagi pasien ini. Namun, kata dia, pengajuan dilakukan pada Februari 2021 ini. 

Baca juga :  Pekerja Migran Jembrana Bertambah, 116 Orang Jalani Karantina

Dia menambahkan, karena adanya Surat Surat Edaran Nomor 150/3.2/BS.01.02/02/2021 tentang Rekomendasi dan Usulan Santunan Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Covid-19, yang ditandatangani oleh Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kemensos, Sunarti bertanggal 18 Februari 2021, maka Tahun Anggaran 2021 tidak tersedia alokasi anggaran santunan korban meninggal dunia akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bagi ahli waris.

“Saya baru mendapatkan Surat Edaran ini per tanggal 19 Februrari lalu via WhatsApp. Dan surat ini sudah saya tidaklanjuti dengan bersurat ke Dinas Sosial Kabupaten/Kota se-Bali,” beber Dewa Mahendara.

Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya. Kadiskes yang juga Plt. Direktur Rumah Sakit Bali Mandara ini mengatakan, bahwa tidak ada santunan kematian bagi ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal dunia. “Tidak ada santunan untuk pasien meninggal,” singkatnya melalui pesan WhatsApp

Dari informasi yang dihimpun Redaksi POS BALI (posmerdeka.com), sebelumnya Kemensos mengeluarkan Surat Edaran Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Nomor 427/3/2/BS.01.02/06/2020 tentang Pemberian Santunan Korban Covid-19. Surat ini dikeluarkan pada 18 Juni 2020. Instruksi dalam SE tersebut, Kemensos dapat memberikan santunan kematian sebesar Rp15 juta bagi keluarga korban Covid-19 yang meninggal di tahun 2020.

Namun di tahun 2021, Kementerian Sosial memutuskan untuk menyetop santunan kepada ahli waris korban yang meninggal dunia akibat Covid-19. Keputusan penyetopan ini membuat ahli waris korban virus Corona tidak lagi menerima santunan sebesar Rp15 juta.

Baca juga :  Penembakan di Papua, Mahfud: PON XX Tetap Jalan

Pengumuman tersebut tertuang dalam Surat Surat Edaran Nomor 150/3.2/BS.01.02/02/2021 tentang Rekomendasi dan Usulan Santunan Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Covid-19, yang ditandatangani oleh Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kemensos, Sunarti. Surat itu bertanggal 18 Februari 2021.

Dalam SE ini, tertulis bahwa pada Tahun Anggaran 2021 tidak tersedia alokasi anggaran santunan korban meninggal dunia akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bagi ahli waris pada Kementerian Sosial RI, sehingga terkait dengan rekomendasi dan usulan yang disampaikan oleh Dinas Sosial provinsi/kabupaten/kota sebelumnya tidak dapat ditindaklanjuti.

Sunarti juga meminta Kepala Dinas Sosial provinsi untuk menyampaikan keputusan ini kepada Dinas Sosial tingkat kabupaten/kota di wilayah masing-masing. Keputusan ini juga sekaligus menginformasikan tidak ada lagi rekomendasi atau usulan yang diberikan Dinsos kepada Kemensos terkait tunjangan tersebut. Oleh karenanya, berkenan dengan itu Kepala Dinas Sosial provinsi dapat menyampaikan hal tersebut pada angka 1 kepada Kepala Dinas Sosial kabupaten/kota di wilayah masing-masing. Selanjutnya untuk tidak memberikan rekomendasi dan/atau usulan lagi pada Kementerian Sosial RI. alt/gre

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.