Denpasar Gencarkan Operasi Pasar Hingga Desember Tekan Inflas

WALI Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, saat meninjau langsung operasi pasar. Foto: ist

DENPASAR – Pemkot Denpasar melalui tim operasi pasar dari Disperindag, Perumda Pasar Sewakadarma, Bulog dan UMKM lokal, gencar melakukan operasi pasar dalam upaya menekan laju inflasi. Kali ini operasi pasar dilaksanakan di dua lokasi yakni di Banjar Kaja Kelurahan Panjer, dan Desa Dauh Puri Kangin, Rabu (19/10/2022).

Operasi pasar ini mentargetkan stabilitas harga bahan pangan pokok seperti telur dijual dengan harga Rp42.000 per krat, bawang merah Rp22.000 per kilogram, bawang putih Rp17.000 per kilogram, cabai besar Rp32.000 per kilogram, cabai kecil Rp34.000 per kilogram. Berikutnya, minyak goreng Rp13.000 per liter, dan beras Rp52.000 per 5 kilogram.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara; bersama Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa; dan Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana, yang turut meninjau operasi pasar menyampaikan, upaya pengendalian inflasi yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar ini salah satunya dengan menekan harga bahan pangan pokok agar tetap stabil dan terjangkau di masyarakat.

Operasi pasar, kata Jaya Negara, akan terus dilakukan di seluruh desa dan kecamatan di Kota Denpasar secara bergiliran, sampai Desember 2022, hingga harga kebutuhan pangan utama bisa benar-benar normal dan terkendali.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, Kota Denpasar telah mengalami perbaikan dengan turunnya indeks harga konsumen menjadi 104,79 pada bulan ini, dibandingkan dengan bulan September yang masih berada di angka 105,03.

Dengan operasi pasar yang gencar dilakukan dapat mengendalikan harga. ‘’Artinya program ini berjalan efektif dan sesuai rencana,’’ kata Jaya Negara.

Sementara Wawali Arya Wibawa, menambahkan, kegiatan ini akan terus dilakukan dengan harapan operasi pasar ini betul-betul bisa dimanfaatkan oleh masyarakat serta dampaknya benar-benar dapat menekan laju inflasi.

Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata; didampingi Ketua Tim Operasi Pasar, Eka Yudiantara, mengungkapkan, untuk membantu para pedagang lain, pihaknya membentuk unit Sewakajaya sebagai fungsi distributor yang berada di bawah Perumda Pasar Sewakadarma, untuk memasok barang kepada pedagang dengan harga yang sesuai dan stabil. Dengan begitu pedagang yang terafiliasi tidak terdampak persaingan harga karena operasi pasar. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses