Data Pemilih Berkorelasi dengan Penyediaan Logistik, Minim, Keaktifan Warga Pastikan TPS

  • Whatsapp
PETUGAS KPU Denpasar memasang Daftar Pemilih Berkelanjutan di papan pengumuman KPU Denpasar. Foto: hen
PETUGAS KPU Denpasar memasang Daftar Pemilih Berkelanjutan di papan pengumuman KPU Denpasar. Foto: hen

DENPASAR – Persoalan pemilu yang selalu “berulang tahun” adalah validitas data pemilih, padahal sektor ini sangat vital bagi penyelenggara. Kepastian jumlah pemilih berkorelasi langsung dengan penyediaan logistik pemilu, itulah sebabnya. “Untuk perbaikan pemilu ke depan, data pemilih ini berkaitan dengan ketersediaan logistik, terutama surat suara. Itu mengapa kami melakukan uji petik data dari KPU,” kata komisioner Bawaslu Denpasar, I Komang Putra Wiratma, belum lama berselang.

Menurut Wiratma, yang diantisipasi penyelenggara yakni jika banyak pemilih tambahan maka terjadi kekurangan logistik surat suara. Persoalannya, jika satu TPS kekurangan surat suara, tidak boleh diambilkan dari TPS lain yang surat suaranya berlebih. Yang boleh dilakukan adalah pemilihnya dipindah ke TPS lain, dan memilih memakai surat suara sisa.

Bacaan Lainnya

“Itu pun sesuai aturan hanya boleh di atas pukul 12.00, plus mengajukan surat pindah memilih. Atau pemilih yang memakai KTP, karena dia tidak tahu di TPS mana dia terdaftar dalam DPT,” cetus Dodo, sapaan akrabnya.

Mengenai uji petik data pemilih, dia mendaku Bawaslu memastikan pemutakhiran data berkelanjutan oleh KPU sesuai fakta. Kata dia, dari data KPU terlihat banyak pemilih tambahan pada saat Pilkada 2020 lalu sesungguhnya sudah terdaftar di DPT Pilkada. Dari hasil uji petik, jelasnya, banyak terdapat pemilih yang tidak ditemukan saat pembagian formulir undangan pada Pilkada 2020, tapi masih menggunakan hak pilih karena secara administratif masih berada di alamat sama.

Baca juga :  Dikira Bau Sampah, Ternyata Mayat Membusuk

Bawaslu, urainya, turun ke desa dan berkomunikasi langsung dengan kepala lingkungan untuk memastikan pemilih itu secara administrasi masih tercatat di sana. “Misalnya dia terdaftar di TPS 1, saat pemilihan dia datang ke TPS 3 karena tidak tahu di mana TPS seharusnya. Ini dianggap pemilih baru, padahal sebenarnya ada di DPT TPS 1,” ungkapnya.

Situasi semacam ini terus terulang, ucapnya, karena masyarakat kurang aktif memastikan di TPS mana mereka terdaftar. Padahal ada mekanisme dan sudah ada aplikasi untuk mengecek itu, termasuk datang memeriksa DPT di TPS.

Di kesempatan terpisah, komisioner KPU Denpasar, Dewa Ayu Sekar Anggraeni, berkata Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) di Denpasar bulan April 2021 sejumlah 444.643 pemilih. Tambahan pemilih baru diperoleh dari Pemilih DPTb (pengguna KTP-el) Pilkada 2020 sejumlah 323 pemilih, pensiunan Polri sejumlah tujuh orang pemilih, tanggapan dan masukan masyarakat sebanyak tiga pemilih pemula (usia 17 tahun). Selain itu, jelasnya, ada 276 pemilih yang dicoret atau tidak memenuhi syarat (TMS) karena meninggal, dan 68 pemilih yang pindah ke luar Denpasar.

Dengan demikian, imbuhnya, DPB bulan Mei 2021 sejumlah 444.632 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki sebanyak 219.332 orang, dan 225.300 perempuan. Masukan dan tanggapan masyarakat berupa pendaftaran pemilih baru, perbaikan elemen data, dan pencoretan pemilih TMS dapat disampaikan secara langsung dengan mengisi formulir di kantor KPU Kota Denpasar, maupun secara daring.  

Baca juga :  Pelaku Pariwisata Tiongkok Balas Kirim Salam "Jiayou" untuk Indonesia

“Rekapitulasi Pemutakhiran DPB rutin dilaksanakan tiap akhir bulan. Untuk Mei diumumkan ke masyarakat tanggal 27 Mei melalui papan pengumuman, website, dan medsos. Hasilnya juga disampaikan kepada stakeholder terkait yakni Bawaslu, Disdukcapil, Polresta Denpasar, Kodim 1611/Badung, PN Denpasar, dan parpol,” pungkasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.