Daftar Calon Bupati untuk Perubahan di Tabanan, Mulyadi Tegaskan Siap Jika Diduetkan dengan Sanjaya

Nyoman Mulyadi. Foto: ist
Nyoman Mulyadi. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, TABANAN – Nyoman Mulyadi, Ketua PAC PDIP Kecamatan Kediri, Tabanan membuat kejutan kecil dengan “nyelonong” mengambil formulir bakal calon Bupati Tabanan untuk Pilkada 2024, pekan lalu. Meski dinilai kontroversial, dia menilai langkah politiknya itu biasa-biasa saja. “Kalau ngga kejutan, bukan Nyoman Mulyadi namanya. Tapi itu bukan kejutan, biasa ajalah,” jawabnya kalem saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Ikhwal ingin menjajal masuk gelanggang Pilkada Tabanan, dia menuturkan karena ada dorongan sejumlah kader PDIP dan masyarakat Tabanan, khususnya di Kecamatan Kediri. Melihat kuatnya aspirasi itu, dia tergerak dan memberanikan diri mendaftar sebagai bakal calon Bupati. Apalagi dia juga menjadi kader PDIP sejak 1999, bukan baru kemarin.

Read More

Mulyadi mengakui stimulan politik kepadanya saat ini, khususnya di Kediri, tidak otomatis berubah jadi suara jika kelak benar direkomendasi PDIP. Pilihan dikembalikan ke masyarakat Tabanan. “Teman-teman mendukung saya biar di Tabanan ada perubahan. Untuk saat sekarang sudah bagus, mudah-mudahan kalau saya dapat rekomendasi biar lebih baguslah daripada yang sekarang,” ucap Manmul, sapaan pengusaha properti yang dikenal sebagai menantu pemilik Toko Nyoman, Tabanan ini.

Lebih jauh Mulyadi menceritakan, tahun 2004 dia sudah didorong kolega di PDIP untuk menjadi caleg. Kala itu dia menolak dengan alasan masih sibuk urusan pekerjaan, pun ada kader senior yang lebih layak maju. Dia lebih memilih membantu perjuangan kader senior untuk bertarung di Pileg saat itu.

Bahwa dia seperti tiba-tiba ingin jadi calon Bupati, Mulyadi menepis. Dia mendaku berjuang setiap hajatan politik untuk PDIP sejak 2004, dengan mendukung kader lain di Pileg dan Pilkada. Seperti Pilkada Bali 2013, selain deklarasi dilakukan di rumahnya di Desa Nyitdah, dia juga mendukung logistik paslon Puspayoga-Sukrawan yang diusung PDIP. “Saya tidak berpikir menang atau kalah, ini kader yang siap maju, saya harus suport,” tegasnya.

Selain itu, ulasnya, mendaftar sebagai calon Bupati adalah hak setiap warga negara. Sebagai pimpinan partai di Kediri, dia merasa sah-sah saja mendaftar. Apalagi PDIP membuka ruang seluas-luasnya untuk kader supaya bisa maju ke kontestasi legislatif dan eksekutif. Ini kelebihan di PDIP, dan dia menggunakan ruang itu senyampang ada momentum.

“Tidak dilarang juga kan? Dapat atau tidak terserah pimpinan partai memutuskan,” ulasnya.

Mengenai dia pernah dicoret dari Daftar Calon Sementara (DCS) untuk ke DPRD Bali dari Dapil Tabanan, Mulyadi berkata pencalonan dia karena dukungan masyarakat. Pimpinan dan kolega partai di Tabanan juga memberi rekomendasi untuk maju bersama, supaya dapat suara lebih besar. Kalau dalam perjalanan ternyata dicoret, dia pribadi tidak memasalahkan meski rekan-rekannya banyak kecewa dengan keputusan partai. “Tapi ya itu sudahlah,” sebutnya sembari menghela napas panjang.

Tidak membantah ada partai lain sempat mendekati dia untuk “pindah haluan” gegara dicoret dari caleg PDIP, Mulyadi menegaskan dia tidak terpengaruh. Dia tetap setia pada PDIP meski urung menjadi caleg. “Tidak ada istilah patah hati, sekali melangkah apa pun risikonya dihadapi. Saya sudah lama di sini (PDIP) karena inilah partai rakyat,” lugasnya dengan nada dingin.

Mengenai potensi akan dipandang sebagai saingan Bupati petahana, Komang Gede Sanjaya, lagi-lagi Mulyadi menepis. Menurutnya, saat rapat di DPC PDIP Tabanan, Sanjaya tegas memberi arahan bahwa siapa saja boleh mengambil formulir pendaftaran. Kalau itu dianggap bisa jadi pesaing, dia menyebut yang menentukan tetap induk partai. Hubungan dengan Sanjaya juga disebut baik-baik saja setelah dia mendaftar sebagai calon Bupati di DPC. “Komunikasi tetap seperti biasa,” sahutnya.

Bagaimana jika DPP tidak meloloskan sebagai calon Bupati, atau misalnya melorot hanya direkomendasi sebagai calon Wakil Bupati mendampingi Sanjaya? “Sebagai kader partai saya siap apa pun keputusan partai, karena itu perintah partai,” serunya menandaskan. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.