Cegah Corona, 78 Pekerja Kapal Pesiar dari Buleleng Periksakan Diri

  • Whatsapp
BUPATI Buleleng Agus Suradnyana (kanan) saat meninjau Rumah Sakit Pratama (RSP) di Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, yang telah ditetapkan menjadi pusat penanganan pasien terinfeksi Virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Buleleng, Selasa (17/3/2020). foto: antaranews.

BULELENG – Sebanyak 78 pekerja kapal pesiar yang pulang ke Buleleng, Bali, secara sukarela memeriksakan diri terkait pencegahan COVID-19 ke puskesmas serta rumah sakit setempat dan semuanya dinyatakan sehat.

“Sebanyak 78 orang itu bukanlah orang dengan keadaan sakit atau suspect COVID-19 atau biasa disebut Pasien Dalam Pengawasan (PDP), melainkan mereka itu Orang Dalam Pemantauan (ODP),” kata Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, di Singaraja, Buleleng, Jumat (20/3/2020).

Bacaan Lainnya

Bupati menyatakan bersyukur karena masih banyak masyarakat yang peduli terhadap kesehatannya. Imbauan tersebut dikeluarkan karena orang-orang yang masuk dalam daftar PDP di Buleleng sebagian besar pulang dari luar negeri. Setelah imbauan tersebut dikeluarkan, maka kesadaran masyarakat Buleleng akan kesehatan diri terbukti sangat tinggi.

“Saya tegaskan ODP itu orang yang datang dari luar negeri yang sudah sempat mengecek kesehatannya, dan hasilnya mereka semua dalam kondisi sehat, tidak ada yang terkena virus,” tegasnya, seperti dilansir dari antaranews.

Sebelumnya, Bupati Suradnyana mengeluarkan imbauan agar masyarakat Buleleng yang pulang setelah bekerja di luar negeri, baik itu di kapal pesiar maupun di darat agar memeriksakan diri ke puskesmas atau langsung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng.

Baca juga :  Realisasi Ekspor Produk Lokal, Gubernur Koster Lepas Penerbangan Perdana Cargo Flight Denpasar-Hongkong

Para TKI dan pekerja kapal pesiar diminta agar tidak langsung berinteraksi dengan keluarga maupun kerabat dekat, melainkan segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. “Ini tidak lain sebagai upaya pencegahan masuknya COVID-19 ke Buleleng,” kata Bupati.

Selama ini, kata Bupati, pantauan dari pihak terkait mengenai penyebaran COVID-19 di Buleleng belum ditemukan, sehingga masyarakat diminta untuk tetap tenang dan waspada. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng sampai saat ini terus berupaya dalam mengantisipasi dan meminimalkan masuknya virus tersebut.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Konsumsi makanan dan minuman bergizi, asupan vitamin, dan konsumsi jamu juga bisa untuk meningkatkan imun tubuh,” ujar Bupati Suradnyana.

Sampai saat ini, PDP di Buleleng masih tetap berjumlah empat orang yakni tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki rekam jejak ke luar negeri, dan satu Warga Negara Asing (WNA). Masing-masing PDP sudah dirawat di ruang isolasi RSUD.

Sementara, 78 ODP di Buleleng diantaranya 69 datang dari kapal pesiar, delapan orang merupakan TKI dan satu orang datang dari bepergian keluar negeri. Seluruh warga yang masuk dalam daftar ODP tersebut tidak dalam kondisi sakit, dan hanya dalam pemantauan saja. Masing-masing sudah dicek kesehatannya secara menyeluruh dan dinyatakan dalam kondisi sehat. (yes)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.