Cak Imin Optimis PKB Raih Dua Besar di Pemilu 2024

  • Whatsapp
KETUA DPW PKB NTB, H. Lalu Hadrian Irfani (kanan) saat bersama Cak Imin. foto: rul

MATARAM – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H Ahmad Muhaimin Iskandar, mengatakan akan ada tiga tantangan besar bangsa ini, pascapandemi Covid-19 berlalu nanti. Cak Imin menekankan, dalam masa sulit tersebut jajaran PKB, para kader dan simpatisan harus bisa menjadi solusi dan jawaban bagi bangsa ini.

‘’Pascapandemi yang akan berakhir sebentar lagi, bangsa ini akan menghadapi banyak tantangan. Tantangan yang di luar apa yang pernah dibayangkan,’’ kata Cak Imin, usai menutup kegiatan Musyawarah Cabang PKB Sewilayah NTB, Senin (20/9/2021) malam.

Bacaan Lainnya

Muscab PKB se-NTB dilaksanakan secara hibdrid melalui pertemuan luring dan daring di masing-masing Kota/Kabupaten di NTB. Dipusatkan di Hotel Lombok Astoria, Kota Mataram, dengan koneksi zoom meeting ke DPP PKB Jakarta serta para DPC PKB kota dan kabupaten lain di NTB.

Cak Imin mengatakan, tantangan pertama adalah kondisi krisis ekonomi yang tak hanya akan terjadi di Indonesia, tetapi juga di beberapa belahan dunia lainnya, pascamasa pandemi. Krisis ini, menurutnya, akan berdampak cukup kuat pada tiga hal.

Pertama, kemampuan belanja pemerintah baik melalui APBN maupun APBD di daerah akan terjadi penurunan. ‘’Pendapatan negara akan turun akibat pajak yang diterima juga turun. Dalam kondisi ini pemerintah harus mampu berpikir ulang tentang strategi pembangunan dan prioritasnya. Kondisi ini membuat pemerintah memasuki masa sulit dan diuji kemampuannya apakah mampu melewati masa sulit ini dengan fomulasi yang tepat,’’ ujarnya.

Baca juga :  Kasus Positif Terus Bertambah, Gubernur Koster Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19

kedua, krisis juga akan membuat para pelaku industri dan usaha skala besar hingga UMKM akan memasuki masa sulit karena kemampuan belanja masyarakat yang menurun. Dan ketiga, krisi juga akan memicu suasana sosial politik yang rawan dan perlu dievaluasi, apakah sistem budaya, sosial dan politik Indonesia mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan tantangan ini.

‘’Tiga tantangan itu menjadi peluang. PKB sebagai kekuatan signifikan berbasis kultur dan keagamanan yang kokoh diperlukan untuk hadir sebagai bagian dari solusi keadaan yang sulit ini, baik di legislatif maupun eksekutif,’’ tegas Cak Imin.

Ia menegaskan, diperlukan langkah-langkah yang cerdas dan di atas biasa, serta langkah yang komprehensif dalam menghadapi tantangan tersebut. ‘’Saat ini dengan eksekutif, PKB berkoordinasi dengan Presiden dan para kepala daerah untuk secara proaktif memberikan jalan keluar berdimensi jangka pendek dan juga jangka panjang,’’ katanya.

Cak Imin mengatakan, konsolidasi partai melalui kegiatan Muscab sewilayah NTB merupakan salah satu upaya PKB melakukan penataan sekaligus bersiap menghadapi kondisi pascapendemi. ‘’Sehingga setelah pandemi selesai dan PKB memimpin di 2024, semua sudah terekoveri dengan baik dan sudah punya pondasi yang kuat dan kokoh untuk mengadapi masa yang sulit ke depan,’’ katanya.

Ia mengakui tantangan kompetisi persaingan politik untuk merebut kemenangan di tahun 2024 tidak ringan. Kader PKB harus mampu memberikan dan menawarkan program yang tepat dan lebih proaktif lagi. Cak Imin mengapresiasi apa yang sudah dilakukan para kader terbaik PKB di Provinsi NTB.

Baca juga :  Polres Gianyar Petakan Titik Rawan Kerumunan

Menurutnya, hal ini juga berkontribusi pada meningkatkan survai politik yang menempatkan PKB sebagai partai nomor urut 2 dan 3 terbesar di 2024. ‘’Survei meningkat tajam, PKB peringkat 2 dan 3. Apakah ini bisa kita realisasikan di 2024, jawabannya pasti bisa,’’ tegasnya. Untuk itu, Cak Imin meminta agar para kader PKB senantiasa berbuat untuk masyarakat, terutama di masa pandemi yang sulit saat ini.

Sementara itu Ketua DPW PKB NTB, H. Lalu Hadrian Irfani, mengatakan, gelaran Muscab DPC PKB sewilayah NTB sebelumnya sudah diawali dengan monitoring dan evaluasi, serta kegiatan pra-Muscab di masing-masing DPC kota/kabupaten. Kegiatan Muscab PKB se-NTB, Sabtu (18/9/2021) juga dihadiri melalui zoom meeting sejumlah kepala daerah, seperti Bupati KLU, Wakil Walikota Bima, Bupati Bima, Wabup Dompu, dan Walikota Mataram.

Dalam laporannya, Hadrian Irfani memaparkan progres perolehan suara Pemilu 2019 dan target PKB di tahun politik 2024. Ia juga menyampaikan, sejauh ini upaya dan usaha terus dilakukan seluruh kader PKB di DPRD kota/kabupaten serta DPRD provinsi untuk turun membantu masyarakat di masa sulit ini.

Menurutnya, apa yang dilakukan kader PKB di NTB semua bertujuan untuk memenangkan pesta politik 2024. Bukan hanya sekadar meningkatkan jumlah perolehan suara partai dan jumlah kursi di legislatif DPRD kota dan kabupaten serta provinsi, tetapi juga mendorong Ketum PKB untuk menjadi RI 1.

Baca juga :  Bupati dan Wabup Bangli Donasikan Gaji Untuk Sembako Warga

‘’Semua ikhtiar yang kami lakukan di NTB ini mengerucut pada satu cita-cita, yakni bisa mengantar Cak Imim menjadi Presiden RI periode 2014-2024. Inshaaallah,’’ tandasnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.