Hamzi Hamzar Desak KLU Miliki Kodim

  • Whatsapp
ANGGOTA DPRD NTB, TGH. Hazmi Hamzar. foto: rul

MATARAM – Banyak event internasional yang akan diselenggarakan di Provinsi NTB. Di antaranya, World Superbike (WSBK) November 2021 dan MotoGP 2022 mendatang. Tentunya, sisi pengamanan harus menjadi hal penting yang perlu diperhatikan, khususnya oleh pemerintah, baik pusat dan daerah.

Anggota DPRD NTB, TGH Hazmi Hamzar, mengatakan, masalah keamanan menjadi prioritas demi kelancaran berbagai event tersebut. Terlebih dalam menjamin keamanan dan kenyamanan warga dunia yang akan datang berbondong-bondong ke NTB.

Bacaan Lainnya

‘’Khususnya, wisatawan dari berbagai mancanegara tentu tidak ingin melewatkan ajang balapan dunia tersebut secara langsung di Mandalika, Lombok Tengah. Maka disitu, keamanan adalah prioritas,’’ ujar Hamzi Hamzar, Senin (20/9/2021).

Politisi PPP itu mendesak agar semua titik keamanan juga perlu disasar. Tidak hanya Kabupaten Lombok Tengah bagian Selatan. Namun, wilayah utara, timur dan barat ini harus betul-betul, dipastikan seluruh keamanannya.

Salah satunya, di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kata Hazmi, telah memiliki destinasi wisata dengan keindahan gili-gili yang sudah tidak diragukan lagi. Yakni, di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. ‘’Maka, tidak menutup kemungkinan, wisatawan dunia yang datang ke NTB juga akan berkunjung ke Lombok Utara sembari menanti gelaran WSBK dan MotoGP di Mandalika,’’ kata dia.

Baca juga :  Unud Mengabdi, Ubah Biogas Jadi Listrik

Anggota Komisi V DPRD NTB itu mendaku, itik-titik pengamanan di NTB harus maksimal. Ia juga mendorong agar segera terbentuknya Kodim KLU, secara terpisah dengan Lombok Barat dan Kota Mataram.

‘’Kan kita lihat tiga titik di NTB saat ini masih tercover oleh Kodim 1606/Mataram. Yakni, Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Utara. Sehingga, pengawasannya pun harus ekstra mengawasi tiga titik tersebut,’’ ucap Hazmi. ‘’Maka kita mendorong segera dibentuk Kodim KLU definitif secara tersendiri terpisah dengan Lombok Barat dan Mataram,’’ sambung dia.

Menurut Hazmi, wilayah KLU sangat strategis. Ia mengibaratkan sabuk rantai pengamanan. Sehingga rantai sabuk tersebut diharapkan tidak boleh kendur, apalagi harus putus. Oleh karenanya, dengan adanya Kodim KLU, akan lebih memperkuat pola pengamaman di NTB. ‘’KLU harus betul-betul dijaga,’’ tandas Hazmi Hamzar.

Sekadar informasi, beberapa waktu lalu perubahan nama Kodim 1606/Lombok Barat telah diresmikan menjadi Kodim 1606/Mataram, yakni tepatnya 18 Juni lalu. Pergantian nama Kodim tersebut berdasarkan Keputusan Kepala Staf TNI AD Nomor Kep/218/IV/2021 tanggal 28 April 2021 tentang Penataan Satuan Jajaran TNI AD dan Surat Perintah Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Nomor Sprint : 1754/V/2021 tanggal 10 Mei 2021.

Yaitu, tentang pengesahan penataan satuan atau pergantian nama satuan. Perintah tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Pangdam IX/Udayana melalui Surat Perintah Nomor Sprin/1113/VI/2021 tanggal 9 Juni 2021 tentang Pengesahan Penataan Satuan Jajaran Kodam IX/Udayana. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.