BANGLI – Rapat Kordinasi Daerah IV Staf Ahli Kepala Daerah se-Bali dibuka Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, di Desa Wisata Penglipuran, Kelurahan Kubu, Bangli, Rabu (23/11/2022).
Hadir para staf ahli kepala daerah se-Bali, Kanwil Kemenag Provinsi Bali, para kepala kantor Kemenag kabupaten/kota se-Bali, Kepala Dinas Pendidikan Pemprov, para kepala dinas pendidikan kabupaten/kota se-Bali, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, Bendesa Agung Provinsi Bali, dan undangan lainnya.
Staf Ahli Bupati Bangli, I Wayan Sarma, dalam laporannya menyampaikan, para staf staf ahli Gubernur Bali dan staf ahli bupati/Wali Kota se-Bali punya program kerja terkoordinasi mulai perencanaan, evaluasi dan koordinasi. Bentuknya melalui Rakerda dan Rakorda. Tuan rumah Rakerda maupun Rakorda dilakukan bergiliran dari provinsi maupun kabupaten/kota setiap tiga bulan sekali.
Ada dua hal menjadi konsentrasi para staf ahli guna mendukung RPJMD Semesta Berencana 2018-2023. Program kerja pelayanan kesehatan tradisional Bali, dari program ini terbentuk Forum Pengobatan Tradisional Bali sebagai wadah komunikasi pelaku pengobatan tradisional Bali.
Pelayanan kesehatan tradisional tumbuh di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah, baik di RS maupun puskesmas, juga tumbuh UMKM produsen obat tradisional serta petani produsen bahan baku obat tradisional.
Terkait fasilitasi pembentukan PAUD/TK Hindu dalam bentuk pasraman formal di desa adat, mengacu pada Indikator Kinerja Utama (IKU) RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali, target kinerja pada tahun 2022 sebesar 4,29 persen.
Artinya, tahun 2022 harus sudah ada 78 PAUD/TK Hindu dalam bentuk pasraman formal di desa adat, tapi sejauh ini jumlahnya masih sangat jauh. “Karena itu dalam forum Rakorda IV ini, kendala-kendala itu kita bahas dan kami fasilitasi,” katanya.
Bupati Sedana Arta menyampaikan, selama ini Bangli dikesankan kabupaten miskin, tanpa prestasi atau selalu urutan terbawah pada setiap ajang kompetisi. Dia mulai menata dengan menetapkan Bunga Pucuk Bang, Lagu Pucuk Bang dan Tarian Pucuk Bang sebagai maskot Kabupaten Bangli.
Menata wajah Kota Bangli dengan renovasi Alun-alun, dan perbaikan kantor-kantor strategis. Juga menggenjot perbaikan jalan, pasar rakyat, fasilitas kesehatan, rumah sakit, fasilitas olahraga dan lain-lain.
Peningkatan PAD dan pendapatan masyarakat turut digencarkan. Berkat kerja keras, PAD Bangli bisa naik signifikan, terutama dari sektor penerimaan PHR, pajak reklame dan retribusi masuk objek wisata. Bidang perekonomian ditingkatkan dengan membangun titik-titik pertumbuhan ekonomi baru.
“Pascarevisi Perda Provinsi Bali tentang RTRW, kami memungkinkan membangun akomodasi hotel berbintang seperti kawan-kawan di kabupaten/kota lainnya. Kami memberi karpet merah kepada investor yang betul-betul serius ingin berinvestasi di Bangli,” paparnya.
Dia mengakui sangat kurang dari segi kemampuan keuangan daerah, karena itu mendorong OPD berinovasi, memanfaatkan jaringan yang ada guna mendapat sumber anggaran, baik dari APBD Provinsi (BKK) maupun APBN. Tahun anggaran 2023, Bangli mendapat DAK Rp149 miliar, tertinggi di Bali.
Di bidang pendidikan, Pemkab Bangli menghibahkan lahan kampus UHN I Gusti Bagus Sugriwa seluas 5,69 hektar, agar aktivitas kampus sepenuhnya bisa berpusat di Bangli. Jadi, secara maksimal bisa bersinergi membangun SDM dan perekonomian masyarakat Bangli.
Dengan STKIP Surya di bawah pimpinan Prof. Yohanes Surya, pada Januari nanti membangun kampus di Bangli dan memberikan beasiswa kepada generasi muda Bangli. Berdirinya kampus STKIP Surya akan membuat Bangli menjadi pusat pendidikan tinggi sains, matematika dan teknologi.
“Pada intinya kami berusaha memberi yang terbaik buat masyarakat, dan melompat mengejar ketertinggalan dari kawan-kawan kabupaten kota lainnya. Dalam hal ini saya mengutip pernyataan Bung Karno, ‘Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkan’,” katanya.
Dia mengajak jajaran OPD tidak takut dan ragu berbuat demi kepentingan masyarakat, sepanjang tidak ada niat memperkaya diri sendiri atau pihak lain, tidak merugikan negara dan tidak melanggar hukum.
“Sesungguhnya di Bangli sudah ada 13 lembaga PAUD/TK bernuansa Hindu, yaitu Pra Widya Dharma. Tetapi kalau memang harus masuk di Kementerian Agama, kami juga mendukung. Bagaimanapun RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali harus kita dukung,” tutupnya. gia
























