Bupati Lama-Bupati Terpilih Diminta Bentuk Tim Transisi

  • Whatsapp
I Made Sudiasa. foto: gia

BANGLI – Menjelang berakhirnya masa jabatan Bupati Bangli, I Made Gianyar, pada Februari 2021 mendatang, dirasa perlu dibentuk tim transisi untuk menjembatani visi misi Bupati baru dengan implementasi APBD Bangli 2021.

Anggota DPRD Bangli, I Made Sudiasa, berharap Bupati Made Gianyar berkolaborasi dengan Bupati terpilih untuk segera membentuk tim transisi.

Bacaan Lainnya

“APBD tahun 2021 sudah ditetapkan, ini kan APBD transisi. Penetapannya dilakukan Bupati lama, tapi pelaksanaannya lebih banyak dijalankan Bupati baru. Untuk itu, kalau cerdas, harus ada tim transisi untuk bisa menjembatani kebijakan tahun 2021 agar sesuai dengan visi-misi Bupati yang baru,” sebut Sekretaris Tim Pemenangan Sang Nyoman Sedana Arta-I Wayan Diar (Sadia-Bisa) itu, Senin (21/12/2020).

Menurut politisi Partai Demokrat itu, Bupati lama hanya akan melaksanakan APBD 2021 kurang dari 2 bulan, sedangkan 10 bulan lebih dilaksanakan oleh Bupati terpilih. Jangan sampai nanti ada tuntutan dari masyarakat apa yang dilaksanakan dalam target 100 hari masa kepemimpinan.

“Bagaimana mungkin Bupati terpilih bisa menjawabnya jika APBD ini 100 persen dibentuk Bupati yang mau habis masa jabatan?” serunya.

Karena itu, Sudiasa menegaskan pentingnya tim transisi ini dibentuk dengan melibatkan tim Bupati terpilih. Jika tidak segera dilakukan, dia khawatir visi-misi Bupati baru tidak akan termuat dalam APBD Bangli 2021.

Baca juga :  Dinihari Tadi, Kuta Selatan Diguncang Gempa 6,6 SR

Dalam hal ini, sambungnya, harus ada kerelaan dari Bupati lama. Kalau mau gerak cepat, imbuhnya, setelah 10 Desember lalu sudah diketahui siapa pemenangnya. Mestinya sudah bisa membentuk tim transisi kalau mau mengakui.

Soal kemungkinan disesuaikan saat APBD Perubahan, Sudiasa mengklaim kurang efektif. Alasannya, APBD Perubahan sampai pelaksanaannya butuh waktu sebulan kalau mau cepat.

“Semakin cepat tim transisi dibentuk, akan makin baik. Jangan sampai kalau ada tuntutan dari masyarakat, kebijakannya menjadi blunder,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.