MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali berkomitmen sungai bersih dari sampah. Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta, mengajak masyarakat dan krama subak tidak membuang sampah ke sungai. Serta merawat kebersihan aliran sungai maupun irigasi subak serta menjaga ikan-ikan yang ada.
Demikian ditegaskan Giri Prasta saat melakukan penebaran sebanyak 30 ribu benih ikan jenis nila bersama Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata, di Tukad Yeh Teba, Desa Adat Anggungan, Kelurahan Lukluk, Kecamatan Mengwi, Minggu (7/3/2021).
‘’Kami harapkan kegiatan seperti ini (penebaran ikan-ikan) akan terus berlanjut sehingga disamping dapat menjaga populasi ikan, juga menjaga lingkungan irigasi tetap asri dan tentunya mampu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat,’’ ujarnya.
Giri Prasta menambahkan, di Bali ada yang disebut dengan tanam tuwuh. Tanam itu menaruh dan tuwuh adalah hidup seperti ikan dan tumbuh-tumbuhan. Untuk itu masyarakat merayakan Tumpek Uduh sebagai persembahan memuliakan tumbuh-tumbuhan.
Ada pula Tumpek Kandang yang memanusiakan binatang dan mendewakan binatang. ‘’Pelestarian lingkungan adalah merawat bumi. Bila bumi ini sudah kita rawat, astungkara alam akan bersahabat dengan manusia,” jelasnya.
Sementara itu, Kadis Perikanan Badung, I Nyoman Suardana, mengatakan, penebaran benih ikan kali ini dilakukan di aliran Tukad Yeh Teba yang mengaliri tiga subak yaitu Subak Serobian, Subak Lukluk, dan Subak Perang. Tujuannya mendukung ketahanan pangan, menjaga lingkungan irigasi dan meningkatkan populasi ikan di masa pandemi di perairan umum.
Disebutkan, pada tahun 2021 ini sudah 487 ribu bibit ikan nila, karper dan lele ditebar pada 15 kelompok dan subak. Pihaknya menargetkan tahun ini sebanyak 2,1 juta benih ikan akan ditebar. Benih ikan bersumber dari Balai Benih Ikan (BBI) Kapal, Petang dan sebagian dari BBI Baha. nas
























