Bupati Bangli Resmikan Dua Jembatan

BUPATI Bangli, I Made Gianyar, Senin (30/11/2020) meresmikan penggunaan jembatan penghubung Desa Belancan dengan Banjar Bukih, Kecamatan Kintamani; dan jembatan Metro-Kedui di Kecamatan Tembuku. Foto: ist
BUPATI Bangli, I Made Gianyar, Senin (30/11/2020) meresmikan penggunaan jembatan penghubung Desa Belancan dengan Banjar Bukih, Kecamatan Kintamani; dan jembatan Metro-Kedui di Kecamatan Tembuku. Foto: ist

BANGLI – Sebagai upaya percepatan pembangunan dan pertumbuhan perekonomian masyarakat yang menghubungkan desa satu dengan desa lainya, Bupati Bangli, I Made Gianyar, Senin (30/11/2020) meresmikan penggunaan jembatan penghubung Desa Belancan dengan Banjar Bukih, Kecamatan Kintamani; dan jembatan Metro-Kedui di Kecamatan Tembuku. Acara di areal jembatan masing masing itu dihadiri Kajari Bangli, Kadis PUPR Bangli, perbekel desa yang terhubung oleh jembatan, dan masyarakat sekitar.

Kadis PUPR dan Kawasan Permukiman Bangli, I Wayan Suastika, dalam laporannya menyebutkan, jembatan penghubung Desa Blancan dan Banjar Bukih, Kintamani; dan jembatan penghubung Banjar Metro dengan Banjar Kedui, sejatinya dibangun tahun 2018 lalu. Namun, baru tahun 2020 bisa dituntaskan. “Pembangunan dua jembatan ini akan mampu meningkatkan akses transportasi masyarakat di kedua wilayah,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Untuk jembatan Belancan-Bukih menelan anggaran Rp 1,2 miliar, dengan waktu pengerjaan selama 120 hari. Sementara jembatan Banjar Metro-Kedui nilai kontraknya mencapai Rp 3,889 miliar, dikerjakan selama 180 hari.

Bupati Made Gianyar berkata “Banyak jalan menuju Roma, tapi dengan dibangun jembatan dan jalan hotmix yang lebih mempercepat untuk menuju Roma.” Menurutnya, dulu adalah waktu adalah uang. Sebab, dengan percepatan pergerakan, dalam hal ini akses yang ditempuh dalam perjalanan, jika lebih cepat bisa menghasilkan uang lebih banyak. Dengan diresmikannya jembatan Belancan-Bukih dan Metro-Kedui, sebutnya, pergerakan ekonomi masyarakat lebih cepat dan mampu menumbuhkan ekonomi kreatif lainnya. Bukan hanya pertanian, juga pariwisata alam yang jadi unggulan Kabupaten Bangli.

Selain itu, dengan jalan dihotmix, juga akan mempercepat jarak tempuh warga, sehingga waktu yang terbuang percuma bisa ditekan. Jika sebelumnya masyarakat di kedua wilayah menempuh waktu berjam-jam, kini ditempuh dalam hitungan menit, dan di situlah hitungan ekonominya.

“Sisa waktu itulah yang bisa menghasilkan uang lebih dengan dapat melakukan pekerjaan yang lainya. Kita berharap pembangunan dua jembatan ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” harapnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses