Bupati Bangli Melayat ke Rumah Korban Tanah Longsor, Keluarga Mohon Dua Anak Korban Longsor Dibantu Beasiswa

BUPATI Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menyerahkan santunan kepada keluarga korban tertimbun longsor pegawai DLH Kabupaten Bangli, Ida Bagus Eka Widya Cipta bersama istrinya Ida Ayu Putu Mutiari, yang diterima anak korban, Ida Bagus Esa Putra, Selasa (11/7/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Ikut berduka cita atas meninggalnya pegawai Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli, Ida Bagus Eka Widya Cipta; yang tertimbun longsor, Bupati Sang Nyoman Sedana Arta melayat ke rumah duka, Selasa (11/7/2023).

Korban ditemukan meninggal bersama istrinya Ida Ayu Putu Mutiari, pada Jumat (7/7/2023) usai rumahnya di selatan Balai Banjar Brahmana Bukit, di bawah Bukit Bangli, tertimbun longsor.

Read More

Kedatangan Bupati bersama Wakil Bupati I Wayan Diar, Sekda IB Gede Giri Putra, pimpinan OPD di Pemkab Bangli, camat seluruh Bangli, dan Lurah Cempaga, Cok Anggaduwipa Indrawan. Rombongan Bupati diterima keluarga korban, Ida Bagus Suartika, serta anak-anak korban.

Bupati berujar kedatangannya sebagai ucapan belasungkawa, sekaligus turut mendoakan agar almarhum menyatu dengan Sang Hyang Widhi Wasa. “Dengan diiringi doa, semoga mendapat tempat yang layak, serta keluarga yang ditinggal diberi ketabahan,” pesannya.

Saat melayat, Bupati memerintah Kepala Disdikpora Bangli untuk memperhatikan dan membantu biaya pendidikan anak korban. Mereka masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bupati juga menginstruksi Kepala Dinas PU untuk memprioritaskan renovasi rumah korban.

Pada kesempatan yang sama, Bupati bersama Sariasih Sedana Arta menyerahkan santunan kepada keluarga, yang diterima anak koban, Ida Bagus Esa Putra.

Sebelum musibah terjadi, pasangan suami-istri (pasutri) Ida Bagus Eka-Ida Ayu Mutiari, korban musibah tanah longsor di Banjar Brahmana Bukit, Kelurahan Cempaga, Bangli sempat membersihkan got di sebelah rumah.

Ketika makan di dapur, keduanya sempat berupaya menyelamatkan diri karena mulai terdengar suara gemuruh. Sial, mereka tertimpa batu, kayu dan tanah. Karena meninggalkan dua anak masih kecil, pihak keluarga berharap ada bantuan fasilitas pendidikan atau beasiswa, agar keduanya dapat melanjutkan pendidikan.

Dua anak korban bernama Ida Bagus Esa Putra (12) dan Ida Ayu Ega Dania Santika (8). Kerabat korban, Ida Bagus Windu Kuntayana, menyebut Esa Putra kelas VII dan Santika kelas III. Dia mengaku bantuan yang datang untuk mendukung pelaksanaan upacara pelebon korban. “Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati dan OPD lain atas bantuannya,” ujarnya, Selasa (11/7/2023).

“Kami mohon kepada pemerintah, tolong diperhatikan anak korban yang sudah jadi yatim-piatu agar mendapat beasiswa dalam menempuh pendidikan sampai perguruan tinggi,” pintanya.

Dia mendaku keluarga tidak ada firasat sebelum musibah longsor terjadi. “Suasana biasa saat hujan turun seharian, tanpa disangka semua keluarga kaget atas kejadian ini,” sambungnya dengan nada getir.

Jenazah Ida Bagus Eka dan Ida Ayu Mutiari akan diupacarai pelebon pada Rabu (12/7/2023). Upacara akan dilangsungkan di Tunon Brahmana Bukit.

Di kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, Komang Pariarta menyebut kedua anak korban akan diusulkan untuk mendapat beasiswa. Tentu sesuai mekanisme yang berlaku.

“Bapak Bupati juga mengarahkan kami untuk dapat memperhatikan anak korban agar pendidikannya berlanjut. Di Disdikpora Bangli ada program beasiswa kurang mampu, program tersebut berlangsung setiap tahun,” ucapnya bernada menjanjikan. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.