DENPASAR – Bulan Bahasa Bali Kota Denpasar Tahun 2022 secara resmi dibuka oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Rabu (2/2/2022), ditandai dengan pemukulan gong di Dharma Negara Alaya Kota Denpasar. Acara pembukaan dihadiri pula Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, dan Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana.
Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, dalam laporannya menyampaikan, Bulan Bahasa Bali yang diselenggarakan setiap tahun bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa, aksara, dan sastra Bali. Dalam pelaksanaan kegiatan ini di tingkat Kota Denpasar diadakan tujuh lomba.
Ketujuh lomba itu meliputi; nyurat aksara Bali dengan peserta anak-anak SD, ngwacen lontar diikuti daa teruna, masatua Bali diikuti krama istri atau ibu-ibu PKK, pidarta basa Bali diikuti jro bendesa adat. Selanjutnya debat bahasa Bali diikuti pelajar SMA/SMK, Baligrafi diikuti pelajar SMA/SMK, dan Bali Simbar dengan peserta anak-anak SMP.
Total, jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 224 orang. “Lomba-lomba yang digelar sesuai dengan juklak dari Pemerintah Provinsi. Begitu pula peserta dan kriterianya mengacu itu. Beberapa lomba ada yang dilakukan seleksi dari tingkat desa untuk selanjutnya dikirim ke tingkat kota. Pemenang lomba di tingkat kota selanjutnya akan diikutsertakan dalam lomba tingkat provinsi,” katanya.
Wali Kota Jaya Negara dalam sambutannya mengatakan, Pemkot Denpasar sudah melakukan sejumlah upaya untuk melestarikan bahasa Bali. Antara lain SE Wali Kota Denpasar No. 434/1419/BKPP/2016 tentang imbauan bagi instansi, kantor/lembaga baik pemerintah maupun swasta, diwajibkan untuk menggunakan bahasa Bali saat hari Rabu dan Purnama/Tilem.
Disusul Pemprov Bali mengeluarkan Pergub No. 80 Tahun 2018 tentang perlindungan dan penggunaan bahasa, aksara, dan sastra Bali, serta penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. “Keberadaan SE Wali Kota dan Pergub ini jadikan sebagai pedoman di dalam upaya pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan bahasa Bali,” ujarnya.
Jaya Negara menekankan, bahasa Bali sebagai salah satu unsur kebudayaan Bali, sangat penting artinya. Untuk itu, hendaknya bahasa dijaga dan dilestarikan oleh segenap krama Bali, khususnya warga Kota Denpasar.
Kini dengan hadirnya aksara Bali di komputer, diharapkan lebih memotivasi generasi milenial untuk mempelajari bahasa, aksara, dan sastra Bali. “Dengan digitalisasi aksara Bali ini, diharapkan anak-anak akan lebih tertarik belajar aksara Bali,” katanya.
Mengingat kondisi pandemi Covid-19, Raka Purwantara menambahkan, pelaksanaan kegiatan Bulan Bahasa Bali menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Panitia dan peserta yang terlibat dalam kegiatan diharuskan sudah vaksin dua kali.
Selain itu, disiapkan sarana prokes dan dilakukan pembatasan jumlah orang di lokasi acara. “Jadi semua harus disiplin prokes. Jangan sampai nanti ada klaster lomba atau klaster Bulan Bahasa Bali,” tegasnya. rap
























