Buah Konsistensi Sebagai Oposisi Konstruktif Pemerintah, Elektabilitas PKS Naik di Survei Litbang Kompas

SEMBIRANG Ahmadi dan hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan elektabilitas PKS naik signifikan tahun ini. Foto: rul
SEMBIRANG Ahmadi dan hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan elektabilitas PKS naik signifikan tahun ini. Foto: rul

MATARAM – Elektabilitas PKS pada tahun ini meningkat berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, dengan menempatkannya di posisi keempat dengan 5,4 persen. Meski pemilu masih jauh, PKS jadi tambah optimis target mendapat tiga besar pada Pemilu 2024 dapat diwujudkan. Khusus di NTB, target PKS adalah bisa menjadi pemenang Pemilu dan Pilkada, mengalahkan kedigdayaan Partai Golkar yang berkuasa sejak beberapa tahun terakhir.

“Hasil survei Litbang Kompas menjadi kabar gembira bagi kader PKS. Tentunya, itu akan kami kelola dengan baik untuk bisa ditingkatkan hingga tercapai target kami di nasional maupun di NTB,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW PKS NTB, Sembirang Ahmadi, Rabu (24/2/2021).

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi III DPRD NTB itu mengungkapkan, tren positif elektoral PKS selama ini dipicu sikap partainya tetap konsisten di jalur yang diharapkan publik, yakni menjadi oposisi konstruktif pemerintah. Selain itu, perubahan logo partai dengan simbol warna oranye dinilai membuat PKS kini digandrungi kalangan milenial. Menurutnya, publik hari ini butuh partai politik yang tidak mengamini setiap kebijakan pemerintah meski itu salah.

“Di situ PKS hadir mengisi ekspektasi masyarakat dengan sikap kritis, penuh kepedulian terhadap pelayanan yang kokoh untuk menyuarakan apa yang disuarakan masyarakat,” tegasnya.

Semua kader partai, eksekutif dan legislatif di semua tingkatan, mulai anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota di Indonesia, setiap hari harus berada di tengah masyarakat untuk menangkap problematika yang dihadapi. Dengan begitu, kader PKS dapat membantu memberi solusi persoalan tersebut. Dia mencontohkan dirinya sendiri yang harus rajin pulang ke Sumbawa untuk bisa menjawab apa masalah masyarakat di daerah pemilihannya. Masalah dan aspirasi itu disampaikan itu ke pemerintah daerah maupun anggota DPR RI dari PKS.

“Jadi, kader PKS itu kerja tiap harinya untuk menganalisis apa-apa saja persoalan masyarakat, untuk bisa dibantu pemecahannya,” seru Sembirang.

Lebih lanjut disampaikan, masih banyak peluang PKS mengokohkan partai, terutama saat ini proses regenerasi kepengurusan partai sudah rampung. Komposisi kepengurusan partai dari tingkat DPW hingga DPD di kabupaten/kota di NTB banyak diisi wajah baru nan segar yang merupakan produk hasil kaderisasi berjenjang selama ini. Dia mengklaim PKS sebagai “pabriknya” pemimpin, dan salah satunya adalah Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, yang dinilai cekatan, piawai berkomunikasi dengan berbagai etnis, suku dan lintas agama, serta lintas ormas di NTB saat ini.

“Pastinya masih panjang jalan menuju 2024. Apalagi kami bertekad akan bisa mengusung capres sendiri, maka penyiapan calon pemimpin nasional dari kader PKS masih terus berjalan sejauh ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Litbang Kompas merilis hasil survei terkait elektabilitas partai politik. PKS merupakan salah satu partai yang mendapat kenaikan elektabilitas dari tahun sebelumnya. Jika pada survei Oktober 2019 hanya 5,3 persen, Agustus 2020 melorot jadi 4,1 persen, dan naik lagi menjadi 5,4 persen pada Januari 2020. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses