POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Capaian retribusi dari aktivitas rafting (arung jeram) hingga pertengahan tahun 2023 ini terbilang masih kecil atau paling rendah, dibandingkan beberapa sektor Pendapatan Asli Daerah lain di Karangasem.
Dari target pendapatan sekitar Rp2 miliar lebih yang dipasang, hingga akhir Juni kemarin baru terealisasi sekitar Rp650 juta. Nilai ini setara dengan di bawah 50 persen dari total target.
Kepala BPKAD Kabupaten Karangasem, I Wayan Ardika, menyebut rendahnya capaian itu akan dievaluasi pada anggaran perubahan mendatang. Dia mengakui masih ada kelemahan dari sisi pengawasan, mengingat minimnya petugas di lapangan. “Hal ini juga menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya capaian target retribusi dari aktivitas rafting,” jelasnya, Jumat (4/8/2023).
Kabid Daya Tarik Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Diparbudpar Karangasem, Anna Christiana, menambahkan, upaya pengawasan terhadap retribusi rafting telah dilakukan semaksimal mungkin.
Menurutnya, penyebab kecilnya capaian retribusi karena ada beberapa faktor. Misalnya kondisi pariwisata Karangasem setelah Covid-19 belum pulih 100 persen, kondisi alam Kabupaten Karangasem juga sering mempengaruhi keberlangsungan kegiatan rafting. Seperti hujan lebat yang terjadi belakangan ini, menyebabkan terganggunya lokasi kegiatan rafting.
“Saat ini ada tujuh perusahaan rafting yang masih beroperasi, untuk pengawasan sudah dilakukan semaksimal mungkin. Terkait bencana kemarin, kami memahami jalur-jalur rafting banyak yang terganggu, kami juga sedang mengupayakan bantuan untuk pembersihan jalur-jalur dimaksud,” ungkapnya memungkasi. nad
























