GIANYAR – Warga Banjar Petemon, Desa Pejeng Kelod, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar dikejutkan penemuan sejumlah benda menyerupai pratima di tempat pengontrolan air bendungan Tukad Pakerisan di wilayah setempat, Sabtu (23/1/2021). Saat ini kepolisian tengah mendalami penemuan benda yang diduga hasil pencurian tersebut.
Berdasarkan informasi di lapangan, penemuan itu bermula saat petugas pengecekan air bendungan, I Kadek Muliawan, tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 untuk mengecek air bendungan. Saksi melihat sebuah bungkusan. Dia penasaran dengan bungkusan terbungkus tas plastik warna hitam putih, tapi saksi tidak berani membukanya. Dia memilih pulang setelah tugasnya selesai.
Sekitar pukul 07.30, dia kembali ke lokasi bersama salah seorang pecalang setempat, I Wayan Sudarta, untuk memastikan apa isi bungkusan tersebut. Ternyata saat tiba di bendungan, keduanya melihat ada benda-benda berupa patung kayu menyerupai pratima tergeletak di atas bendungan.
Sudarta menghubungi Ketua Pecalang untuk berkoordinasi. Namun, karena Ketua Pecalang sedang di Karangasem, Sudarta menghubungi rekannya sesama pecalang untuk datang dan melihat barang temuan tersebut. Temuan ini juga dilaporkan ke Polsek Tampaksiring.
Kapolsek Tampaksiring, AKP I Wayan Sujana, Minggu (24/1/2021) mengatakan, setelah mendapat informasi tersebut, Unit Opsnal Reskrim Polsek Tampaksiring dipimpin Kanitreskrim Ipda I Nyoman Agus Putra Ardiana melakukan penyelidikan. “Kami sudah lakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi, saat ini masih dalam penyelidikan,” tegasnya.
Benda yang ditemukan adalah dua patung kayu berwujud dewi-dewi dengan ukuran 30 cm berlapis prada, dan yang berukuran 15 cm sudah tidak ada lapisan. Tutup sangku tempat tirta terbuat dari tembaga, serta 8 tangkai pegangan bunga emas. “Benda tersebut menyerupai pratima. Apakah benda itu merupakan hasil pencurian yang dibuang pelakunya atau tidak, masih kami selidiki,” pungkasnya. adi
























