Bencana Alam, Sejumlah Bendungan Jebol, Pengairan Puluhan Hektar Lahan Subak di Bangli Terganggu

KEPALA Dinas PKP Bangli, I Made Alit Parwata. Foto: ist

BANGLI – Bencana alam yang terjadi di Kabupaten Bangli tidak hanya berdampak pada kerusakan sejumah infrastruktur jalan, akibat tingginya curah hujan juga mengakibatkan sejumlah bendungan jebol. Kondisi ini berimbas pada sistem pengairan di puluhan hektar lahan pertanian di tujuh subak setempat terganggu.

‘’Ada tujuh subak terdampak bencana alam yang terjadi,’’ ujar Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Made Alit Parwata, Senin (17/10/2022).

Read More

Parwata menyebutkan, tujuh subak tersebut, yakni di Nengan Tegalalang,Kelurahan Kawan yang mengaliri Subak Talibeng dengan luas lahan 6,17 ha; Subak Pecala dengan luas 21,82 ha, Suba Uma Tai seluas 24,54 ha.

Selain itu, kerusakan juga terjadi di Subak Tempa Deha, Siladan, Bangli, dengan luas lahan 5,35 ha, Subak Badung dengan luas lahan 10,04 ha, Uma Anyar 13 ha, Subak Gancan 4, 72 ha dan Subak Aya Pulung dengan luas lahan pertanian 4,54 ha. “Secara total lahan pertanian yang terdampak benca alam mencapai 90, 59 hektar,’’ jelasnya.

Parwata mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak PUPR Perkim Kabupaten Bangli. “Kita telah mengkoordinasikan kerusakan bendungan tersebut ke Dinas PUPR,” ujarnya.

Pada lahan subak yang terdampak akibat jebolnya bendungan, saat ini tengah menanam padi. Umur padi yang ditanam krama subak berbeda-beda, ada yang satu bulan, ada yang dua bulan. Malah ada yang baru selesei tanam.

‘’Karena masih hujan, kebutuhan air masih bisa ditanggulangi. Untuk upaya perbaikan, kita masih menunggu penganggara yang dilakukan oleh pihak PU,” pungkasnya. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.