SMP Swasta di Denpasar Buka Pendaftaran Murid Baru “25 Jam”

PENDAFTARAN murid baru di SMP Sapta Andika Denpasar, terus mengalir. Sekolah ini dipercaya masyarakat karena memiliki keunggulan di bidang robotik, sistem pembelajaran berbasis digital dan bahasa Jepang. Foto: ist
PENDAFTARAN murid baru di SMP Sapta Andika Denpasar, terus mengalir. Sekolah ini dipercaya masyarakat karena memiliki keunggulan di bidang robotik, sistem pembelajaran berbasis digital dan bahasa Jepang. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Sekolah swasta di Denpasar, tengah berlomba mendapatkan murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Persaingan ketat terjadi karena peningkatan daya tampung sekolah negeri, membuat sekolah swasta, terutama yang menengah ke bawah, kesulitan mendapat murid.

Sementara itu, sekolah swasta papan atas (sekolah mahal) umumnya tidak mengalami kendala pendaftar, bahkan beberapa sudah menerapkan waiting list. Berbagai strategi diterapkan sekolah swasta untuk menggaet murid baru.

Read More

Secara khusus, dalam satu dekade ini, dapat terlihat cara sekolah swasta mencari siswa. Seperti memasang banner yang berisi tentang informasi waktu dan tempat pendaftaran serta beberapa keistimewaan sekolah di lokasi yang dekat dengan lokasi sekolah yang diduga banyak calon siswa.

Bahkan ada yang membuka pendaftaran murid baru “25 jam” melalui dua jalur, yaitu daring (online) dan luring (offline). Istilah “buka 25 jam” merupakan ungkapan hiperbola atau teka-teki yang merujuk pada “Warung Madura” atau tempat usaha tertentu yang beroperasi tanpa henti, bahkan melebihi waktu normal sehari semalam (24 jam).

SMP Sapta Andika Denpasar, misalnya. Sekolah yang berlokasi di Jalan Gn. Patuha Gg.V No. 19, Jl. Gn. Patuha XIV No.25, Tegal Harum, Kecamatan Denpasar Barat, ini sudah diserbu calon murid baru.

Sekolah ini memiliki keunggulan di bidang robotik, sistem pembelajaran berbasis digital, dan bahasa Jepang.  Kepala SMP Sapta Andika Denpasar, I Gede Eka Nuryada, optimis dengan keunggulan yang dimiliki target murid baru tahun ini bisa dicapai. 

“Sejak awal SMP Sapta Andika berdiri memang mengutamakan pendidikan berkualitas dengan biaya pendidikan terjangkau,” ujar Eka Nuryada, Minggu (3/5/2026).

Sekolah swasta lain, seperti SMP PGRI 2 Denpasar juga mulai menerima murid baru. Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Ayu Sri Wahyuni, mengatakan, sekolahnya mulai menerima siswa baru sejak awal Januari lalu. Hal itu juga dimaksudkan untuk menjaring lebih banyak siswa yang masuk ke sana.

Ayu Sri Wahyuni yang juga Sekum PGRI Bali ini menyebutkan, SMP PGRI 2 Denpasar di Jalan Meduri No. 45 Denpasar Timur adalah sekolah yang nyaman, berprestasi, dan penuh semangat belajar. Tahun ini, SMP PGRI 2 Denpasar dipercaya sebagai sekolah model implementasi pembelajaran mendalam dan koding. Selain sebagai sekolah rintisan CBP Rupiah dan sekolah digitalisasi pembelajaran.

Terpisah, Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Ida Bagus Suryadana, mengimbau sekolah swasta di Denpasar untuk tidak khawatir mengenai potensi kesulitan dalam mendapatkan murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Meskipun ada penambahan jumlah rombongan belajar (Rombel) di sejumlah SMP negeri, Disdikpora Denpasar memastikan masih ada 7.278 lulusan SD yang tidak tertampung di SMP negeri.

‘’Kan masih ada sekitar 7.278 anak-anak tidak diterima di negeri yang bisa masuk ke swasta,’’ ungkap di sela-sela sosialisasi SPMB 2026 yang diikuti kepala SMP swasta se-Kota Denpasar di aula Kantor Disdikpora Kota Denpasar, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, pada tahun ajaran baru 2026/2027, Disdikpora Kota Denpasar mencatat daya tampung murid baru SMP negeri di Denpasar sebanyak 5.960 orang dari 17 sekolah. Sementara jumlah murid kelas VI sebanyak 13.238 siswa. Dari jumlah itu, 8.424 murid ber-KK Denpasar dan 4.824 murid KK luar Denpasar.

Dari daya tampung SMP negeri sebanyak 5.960 murid terbagi ke dalam 149 kelas. Daya tampung tahun ini meningkat dari SPMB tahun lalu sebanyak 5.880 murid yang terbagi ke dalam 147 rombel. SPMB tahun ini terbagi menjadi 4 jalur. Yakni, jalur domisili, jalur afirmasi, jalur mutasi dan jalur prestasi.

Suryadana minta sekolah swasta tak buru-buru menutup pendaftaran. Ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada anak-anak yang tidak diterima di sekolah negeri agar tetap dapat memperoleh pendidikan, sekalipun di sekolah swasta.

‘’Agar lebih banyak anak dapat tertampung, maka kami pun meminta agar persyaratan masuk ke sekolah swasta tidak perlu terlalu ketat,’’ imbuhnya.

Ia menyebutkan, sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat (swasta) tidak berlaku sistem domisili (jarak). Itu artinya, sekolah swasta bebas menerima calon siswa. Pengalaman tahun sebelumnya, banyak sekolah swasta di Denpasar diserbu oleh murid dari luar Kota Denpasar, bahkan luar Bali. Ini membuktikan pendidikan di Denpasar berkualitas dan dipercaya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.