GIANYAR – Belajar tatap muka yang rencananya dibuka mulai awal tahun 2021 sebaiknya tidak diberlakukan untuk anak-anak PAUD dan TK. Sebab, pada usia sebelia itu akan sulit menerapkan protokol kesehatan (prokes). Pandangan itu dilontarkan pengelola Taman Kanak-Kanak, Ni Komang Ayu Trisnawati, Senin (14/12/2020).
Menurutnya, sangat berisiko melakukan belajar tatap muka untuk anak-anak PAUD dan TK. Anak-anak seusia itu lagi senang-senangnya bermain, itulah soalnya. “Sebaiknya menunggu situasi normal, baru berlakukan belajar tatap muka. Apalagi saat ini vaksin juga belum ada,” sebutnya.
Dia selaku pengelola TK sudah menyebarkan blanko kepada orangtua siswa terkait rencana belajar tatap muka, dan lebih dari 50 persen menyatakan tidak setuju. Sebagian besar alasan orangtua itu adalah bermain merupakan dunia anak PAUD dan TK, sehingga akan sangat sulit menerapkan prokes.
Hanya, menurutnya, dia tetap memberi kesempatan kepada siswa yang ingin belajar tatap muka. Dengan catatan itu harus atas izin atau persetujuan orangtuanya, dan terutama mereka yang tinggal dekat sekolah.
Ayu tidak memungkiri ada sejumlah kelemahan belajar daring, terutama terkait kuota internet. Selain itu, anak-anak juga sudah merasa jenuh belajar di rumah saja. “Mereka ingin bisa bermain dengan teman-temannya. Ini salah satu penyebab sulit menerapkan prokes bagi anak-anak, karena mereka ingin bermain bersama teman-temannya,” pungkas Ayu. adi























