Bawaslu Tabanan Siap Maksimalkan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif

  • Whatsapp
TIM supervisi dari Bawaslu Bali saat berkunjung ke Bawaslu Tabanan, baru-baru ini. Foto: ist

TABANAN – Bawaslu Tabanan siap untuk pemetaan dan memaksimalkan sosialisasi pengawasan partisipatif Pemilu dan Pilkada. Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Tabanan, I Made Rumada; saat menerima kunjungan Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, beserta anggota dan staf dalam rangka kegiatan supervisi di Bawaslu Tabanan, belum lama ini.

Ariyani mengungkapkan sejumlah hal terkait kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif yang dilaksanakan, pemetaan kelompok, serta rencana kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif yang akan dilaksanakan menyongsong Pemilu dan Pilkada 2024.

Bacaan Lainnya

“Kami berharap berbagai model pengawasan ini akan memberi atmosfer pengawasan partisipatif di masyarakat agar semakin baik, sehingga pada Pemilu dan Pemilihan 2024 pengawasan dari masyarakat meningkat,” pesannya.

Tim supervisi juga berkesempatan mengevaluasi capaian pelaksanaan kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif yang dilaksanakan, berikut kendala yang dihadapi. Pemetaan dilakukan untuk menjaring kelompok yang akan dilibatkan dalam sosialisasi tersebut.

“Menyelenggarakan sosialisasi jangan asal terealisasi. Petakan dulu wilayah, kelompok mana yang akan dijaring, supaya sosialisasi bisa merata di semua wilayah,” tegas Ariyani.

Kordiv Pengawasan Bawaslu Bali, Wayan Widyardana, menyebut kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif selama ini hanya memfokuskan ke serapan anggaran. Menurutnya, yang terpenting dalam melakukan sosialisasi adalah memfokuskan terhadap hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut.

Baca juga :  Bupati Suwirta Luncurkan Vaksinasi Covid-19 untuk Anak

Ditambahkan, edukasi perlu dilakukan dalam mengemas sosialisasi pengawasan partisipatif, dengan mengelola media sosial. Apa yang disampaikan dan target dalam pengawasan partisipatif, seperti struktur dan tupoksi kelembagaan Bawaslu, esensi pengawasan partisipatif, dan bagaimana masyarakat ikut berpartisipasi sebagai pengawas partisipatif.

Dari sosialisasi itu, urainya, diharap terbentuk kesadaran masyarakat dalam membentuk kelompok-kelompok lain untuk berpartisipasi sebagai pengawas partisipatif. “Jadi, esensi dari sosialisasi pengawasan partisipatif ini membawa spirit untuk menyadarkan masyarakat, yang muncul dari hati nurani, sebagai pengawas partisipatif,” ucapnya menandaskan. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.