Banyak Berulah, WN Rusia jadi Perhatian Utama Pihak Kanwil Kumham Bali

  • Whatsapp
KEPALA Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk. foto: gay

MANGUPURA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk, memberikan atensi keberadaan warga negara asing, khususnya warga negara (WN) Rusia yang saat ini masih berada di Bali. Pasalnya, warga Negeri Beruang Putih itu sering mendapatkan sorotan masyarakat terkait perilaku mereka yang cenderung meresahkan masyarakat.

Menurut Jamaruli, pada dasarnya orang asing yang diperbolehkan masuk ke negara Indonesia adalah orang asing yang memberikan azas manfaat kepada negara dan pemerintah Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Tidak semua hal terkait pelanggaran yang dilakukan orang asing itu secara penuh menjadi kewenangan imigrasi. Selama pelanggaran itu tidak ada kaitannya dengan peraturan keimigrasian, maka itu tidak bisa ditindak semua. Jadi sebelum dinyatakan bersalah melanggar aturan seusai aturan instansi terkait, maka kita tidak bisa menindak,” ungkapnya, Selasa (23/2/2021) di kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai.

Selama ini banyak orang asing yang datang ke Indonesia, khususnya Bali, dengan berbagai kepentingan. Untuk itu ia mengajak masing-masing instansi ikut mengawasi pelanggaran yang dilakukan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

“Kalau mereka membebani kita, tentu itu artinya mereka tidak memberikan manfaat. Seperti menggelandang, melakukan tindak kriminal, narkoba dan sebagainya. Itu bisa kita tindak setelah instansi terkait membuktikan yang bersangkutan itu memang bersalah,”tegasnya didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Parlindungan.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Dorong Budidaya Ikan Sistem Yumina-Bumina, Solusi Budidaya Ikan dan Berkebun di Perkotaan

Dari data yang tercatat di Imigrasi, total jumlah WNA yang masih berada di Bali sejauh ini mencapai 30 ribuan orang. Mayoritas WNA itu berasal dari Rusia. Sedangkan jumlah pelanggaran yang dilakukan WNA di tahun 2020 mencapai 157 orang, didominasi oleh WN Rusia.

Karena itulah ia memberikan atensi terkait orang asing dari negara tersebut. Terlebih beberapa orang di antaranya juga bertingkah aneh dan meresahkan masyarakat.

“Sebelum pandemi, memang mereka (WN Rusia) sudah banyak ada di Bali, mereka banyak memberikan kontribusi terutama dalam kegiatan pariwisata. Namun tidak sedikit di antara mereka juga melakukan kesalahan,” pungkasnya. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.