Jam Operasional Tak Berlaku, Badung Bebaskan Pedagang Buka Sampai Malam

  • Whatsapp
ADI Arnawa. Foto: alit
WAYAN Adi Arnawa. Foto: dok

MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali tidak lagi membatasi jam operasional usaha masyarakat. Bila pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro jam operasional dibatasi dari pukul 08.00 sampai 21.00, sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 944/547/Setda tentang Perpanjangan PPKM poin tersebut ditiadakan.

Plh. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengatakan, dalam Surat Edaran tersebut ada empat belas poin yang perlu mendapatkan perhatian dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19.

Bacaan Lainnya

Khusus untuk kegiatan usaha, pada SE yang diterbitkan Senin (22/2/2021) ditegaskan penjualan makanan di restoran/rumah makan/warung/pedagang makanan dan sejenisnya untuk layanan pesan-antar/dibawa pulang, dapat tetap buka sesuai jam operasional normal dengan memperketat protokol kesehatan serta mencegah terjadinya kerumunan.

“Yang dimaksud disini adalah jam operasional ketika melakukan kegiatan di tempat. Artinya ketika ada orang makan di tempat hanya diperkenankan sampai jam 21.00 Wita. Tetapi kalau dia melakukan take away (pesan-antar) silahkan sampai jam berapa pun bisa membuka tempat usahanya. Hal ini dilakukan dalam upaya mendukung UMKM terutama pertumbuhan ekonomi di Badung khususnya,” kata Adi Arnawa.

Dengan demikian, kegiatan usaha masyarakat seperti pedagang nasi jinggo serta pedagang kaki lima dapat tetap buka di malam hari dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Dengan cacatan tidak boleh lagi makan di tempat setelah pukul 21:00,” imbuh Adi Arnawa.

Baca juga :  Bupati Mas Sumatri Evaluasi Kegiatan Pembangunan di Karangasem

Sementara itu, di Badung ditetapkan 10 desa dan kelurahan di lima kecamatan menerapkan PPKM lantaran masuk zona merah. Hal itu dibenarkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara. Menurutnya, 10 desa yang melaksanakan PPKM mendapat pengawasan secara ketat.

“Kalau penerapan SE terbaru itu berlaku secara keseluruhan. Termasuk kegiatan usaha khusus pedagang makanan hanya boleh makan di tempat sampai pukul 21:00 itu,” kata Suryanegara, Selasa (23/2/2021).

Sepuluh desa dan kelurahan yang melaksanakan PPKM meliputi; Kecamatan Abiansemal yakni Desa Dharmasaba, di Kecamatan Mengwi yakni Kelurahan Kapal dan Mengwitani, di Kecamatan Kuta Utara yakni Desa Dalung dan Kelurahan Kerobokan Kelod, di Kecamatan Kuta yakni kelurahan Kuta dan Tuban, sementara di Kecamatan Kuta Selatan Desa Jimbaran adalah Desa Ungasan, dan Kelurahan Benoa.

”Sepuluh desa/kelurahan itu dipantau khusus. Kami juga melakukan pertemuan terhadap 10 desa/kelurahan itu. Prokes dan treking akan dilakukan secara ketat di sana,” terang Suryanegara.

Namun demikian lanjut dia, bukan berarti desa/kelurahan yang tidak ditetapkan untuk mendapatkan PPKM luput dari pengawasan. “Pengawasan tetap kami lakukan di tempat lainnya,” pungkasnya. nas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.