Bantuan Jamur Tiram Bertahan di Era Pandemi, Perbekel Abang Rencanakan Pemberdayaan Tanaman Upakara

  • Whatsapp
PETANI jamur tiram, Ni Nyoman Darsani asal Dusun Abang Kelod, Desa Abang, Kecamatan Abang, Karangasem saat menunjukkan budidaya jamur tiram Kelompok Wanita Tani. Foto: nad
PETANI jamur tiram, Ni Nyoman Darsani asal Dusun Abang Kelod, Desa Abang, Kecamatan Abang, Karangasem saat menunjukkan budidaya jamur tiram Kelompok Wanita Tani. Foto: nad

KARANGASEM – Usaha mikro dan menengah masih dapat bertahan dalam kondisi perekonomian yang anjlok diguncang pandemi Covid-19. Usaha kecil-kecilan milik Ni Nyoman Darsani, petani jamur tiram asal Dusun Abang Kelod, Desa Abang, Kecamatan Abang Karangasem salah satunya. Dia senang dengan hasil penjualan jamur yang banyak dikonsumsi sehari-hari.

Darsani menuturkan, kebun jamur yang dikelola merupakan bantuan Pemerintah Desa Abang kepada Kelompok Wanita Tani. “Jamur ini sudah yang kedua kalinya. Pertama diberikan pada tahun 2019, lalu diberikan oleh desa untuk dikelola kelompok kami di sini. Sekarang tahun 2020 ini yang kedua,” kisahnya, Kamis (15/10/2020).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, usaha yang dikelola bersama kelompok itu selama ini berjalan lancar. Selain untuk pengelolaan kelompok, juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lauk makanan. “Kami di sini mengelola dari kelompok dengan anggota 30 orang, masing-masing bertugas giliraan untuk perawatan. Hanya disiram saja,” imbuhnya.

Perbekel Desa Abang, I Nyoman Sutirtayana, membenarkan dari desa memberi bantuan untuk kelompok wanita tani tersebut. Hal itu merupakan program pemberdayaan masyarakat pelatihan jamur tiram untuk kelompok wanita tani agar maju dan berkembang. Pun supaya ada kegiatan dalam upaya membantu ekonomi keluarga.

Baca juga :  Grab Gelar Online Bazar #TerusUsaha Serentak di 16 Kota

Rencananya, kata dia, tahun 2020 ini ada pemberdayaan masyarakat penanaman tanaman upakara di masing-masing banjar. Tujuannya supaya ketika warga memerlukan sarana upakara banten tidak kesulitan. Namun, karena dananya dialokasikan ke penanganan Covid-19, akhirnya belum bisa dilaksanakan. “Semoga tahun depan dampak Corona hilang, sehingga memungkinkan program Desa Abang Gumi Banten bisa terwujudkan,” tukasnya memungkasi. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.