POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Bank BPD Bali meraih penghargaan di ajang penganugerahan bergengsi Digital Technology & Innovation Award (Digitech) 2023. Diketahui acara tersebut diselenggarakan oleh Majalah Itech.
Bank BPD Bali pun berhasil meraih kategori The Best IT Governance & The Best Digital Workplace serta The Best CEO For Corporate Digital Transformation Of The Year yang diberikan secara khusus kepada Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Operasional dan TI Bank BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia Yasa, dalam acara Awarding Digital Technology & Innovation Awards 2023 di Jakarta, Rabu (29/3/2023).
Penghargaan yang diterima Bank BPD Bali didasarkan pada penilaian yang dilakukan secara obyektif dan Independen dengan analisis para pakar dan profesional di bidang information and communication technology (ict), strategic management, finance, banking, insurance, riset dan inovasi yang menjadi dewan juri Digitech Award 2023 yang diawali dari penilaian Digital Technology & Innovation Awards 2023 dari lebih 300 perusahaan di Indonesia.
Dilihat pula dari strategi bisnis Bank BPD Bali dalam meningkatkan daya saing berupa inovasi produk dan layanan dengan memperluas jangkauan layanan berbasis digitalisasi dan aliansi strategis serta pemanfaatan digitalisasi sebagai backbone pelayanan kepada nasabah. Selain itu, meningkatkan ketahanan kelembagaan berupa penguatan permodalan dan penguatan GRC & GCG.
Kemudian adanya increasement kemampuan sebagai Agent of Regional Development berupa peningkatan pertumbuhan DPK dan kredit, juga mendorong UMKM sebagai motor penggerak perekonomian dan pembangunan daerah.
Direktur Operasional Bank BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia Yasa, mengatakan, dari sisi sasaran digitalisasi serta dilandaskan pada visi IT yaitu “Menjadi penyedia layanan teknologi terbaik dan terpercaya bagi stakeholder, melalui kemitraan yang produktif dan pengelolaan teknologi sistem informasi yang profesional dan mandiri” dimana memiliki 4 sasaran. Pertama, digitalisasi chanel, yaitu penerapan seluruh produk digital dan elektronik Bank BPD Bali yang meliputi mobile banking, internet banking, Laku Pandai, automatic teller machine (ATM), ATM cash recycle machine (CRM) serta produk digital lainnya.
Kedua, penguatan ekosistem digital, berupa transformasi transaksi penerimaan dan pendapatan daerah Bali sebagai subjek expert matter dalam elektronifikasi sistem, transaksi, dan pembayaran berbasis digital. Tujuannya adalah untuk mendukung transparansi pembayaran serta mendukung inklusi keuangan daerah yang diharapkan dapat menunjang peningkatan perekonomian daerah Bali.
Ketiga, sinergitas bisnis yaitu interoperability dengan melakukan kerja sama bisnis dengan penerapan transaksi pembayaran digital bagi UMKM, BPR, koperasi, LPD, merchant, ecommerce dan pihak ketiga lainnya sebagai penunjang pendapatan fee based. Dan keempat, digital culture yang telah menerapkan program untuk peningkatan kinerja dan penguatan budaya kerja serta peningkatan corporate branding untuk mengakomodir tren perubahan pasar dan pascapandemi Covid-19 dalam rangka memperbanyak talenta digital.
Adapun beberapa transformasi digital yang sudah menjadi solusi Bank BPD Bali adalah Digiloan dan E-money Balipay. Disamping interkoneksi dengan Bali Mall, Gopay, Indomaret, Finnet, Semeton dan Pos Indonesia, Bank BPD Bali juga sudah membangun interkoneksi dengan Pemda. Tujuannya adalah untuk mendukung transformasi digital daerah secara end to end dari sisi solusi pembayaran digital daerah dengan adanya BPD Bali Mobile dan Balipay.
Lebih lanjut dengan adanya paltform on boarding pajak dengan aplikasi Pagi Denpasar, PAN-G DENBUKIT dan Retribusi Pariwisata (Love Bali) diharapkan dapat memaksimalkan langkah optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pariwisata dengan berbagai channel pembayaran. “Kuncinya terletak pada penguatan ekosistem, yaitu dengan adanya proses bisnis, ada sistem, ada teknologi, dalam hal ini ada sumber daya manusia yang juga menjadi pilar utama untuk melakukan transformasi, tentunya tetap pada customer oriented. Dimana hal tersebut merupakan tantangan tersendiri bagi Bank BPD Bali, tidak ada lagi istilah bank besar atau bank kecil, dalam transformasi digital ini yang ada hanya mempertahankan daya saing. Selain itu, Bali sebagai salah satu destinasi wisata ternama juga menjadi potensi pasar yang dapat kita kelola dan harus kita optimalkan sebagai bank daerah,” simpulnya. nan
























