Bendesa Agung Apresiasi Pergerakan Forum Taksu Bali, Menegakkan SKB Larangan Sampradaya Non-Drestha Bali

  • Whatsapp
AUDIENSI perwakilan Forum Taksu Bali dengan Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Jumat (9/4/2021). Foto: ist
AUDIENSI perwakilan Forum Taksu Bali dengan Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Jumat (9/4/2021). Foto: ist

DENPASAR – Perjuangan Forum Taksu Bali dalam memastikan rajegnya Hindu Drestha Bali dengan salah satu tujuan penting adalah memastikan berjalannya isi Surat Keputusan Bersama (SKB) Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Nomor: 106 PHDI-Bali/XII/2020 & Nomor: 07/SK/MDA-Prov.Bali/XII/2020 secara tegas melarang ajaran sampradaya non-drestha Bali, yang telah mengerucut menjadi gerakan Bali Deklarasi.

Hal ini disampaikan dalam audiensi terbatas perwakilan Forum Taksu Bali bertempat di Gedung Lila Graha, Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Jumat (9/4/2021). Acara yang berlangsung sangat efektif, dengan protokol kesehatan ketat tersebut memunculkan beberapa yang berkaitan dengan perjuangan untuk melarang penyebaran dan pengembanan sampradaya non-drestha Bali.

Bacaan Lainnya

Audiensi ini diterima langsung Bendesa Agung, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet; didampingi Patajuh Bendesa Agung Baga Agama, I Gusti Made Ngurah; dan Patajuh Bendesa Agung Baga Kelembagaan dan SDM, Dr. I Made Wena. Perwakilan Forum Taksu Bali diwakili Cokorda Bagus, Jro Mangku Wisna dan beberapa pengurus utama Forum Taksu Bali.

Dalam penyampaian awal, Forum Taksu Bali menyampaikan bentuk perjalanan dan proses pergerakan yang dilakukan sedemikian rupa, yang didukung seluruh Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Majelis Desa Adat kabupaten/kota se-Bali melalui serangkaian pertemuan dan kegiatan, serta bandesa adat, desa adat di Bali yang saat ini terus menggelinding menjadi sebuah bola besar yang siap dimunculkan untuk memastikan sampradaya non-drestha Bali bisa keluar dari pengembanan yang dilakukan oleh PHDI Bali dan secara umum bisa hengkang dari ajaran Hindu Drestha Bali.

Baca juga :  Bali Kebal Virus Corona? Jangan Tersanjung, Tetap Waspada!

Bendesa Agung, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, dalam pengarahannya menyampaikan penghargaan kepada Forum Taksu Bali karena apa yang diperjuangkan memiliki tujuan yang sama dalam memastikan rajegnya Hindu Nusantara dan Hindu Drestha Bali.  Secara tegas  Bandesa Agung menyampaikan agar proses perjuangan tidak melenceng dari peraturan dan keputusan yang telah dibuat oleh Majelis Desa Adat dan PHDI Bali serta aturan hukum yang berlaku di NKRI.

Perjuangan yang sangat konsisten yang dilakukan oleh Forum Taksu Bali membuat gerakan penolakan sampradaya non-drestha Bali ini terus menghangat, tidak kendur dan tentunya tetap berfokus pada tujuan awal. Pesan Bendesa Agung, perjuangan harus selalu dalam koridor hukum, tidak anarkis agar tidak menjadi celah dalam melakukan pengingkaran terhadap perjuangan yang telah dilakukan oleh Forum Taksu Bali.

Menurut Bendesa Agung, Majelis Desa Adat sudah menetapkan harga mati atas sikap yang telah jelas dan terang benderang tersurat dalam keputusan dan kebijakan yang dikeluarkan Majelis Desa Adat Provinsi Bali dalam menentukan sikap terhadap sampradaya non-drestha Bali.

Langkah selanjutnya, Majelis Desa Adat Provinsi Bali telah menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan SKB Parisadha Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Nomor: 106 PHDI-Bali/XII/2020 & Nomor: 07/SK/MDA-Prov.Bali/XII/2020,  yang segera akan dikeluarkan setelah mendapatkan lebih banyak masukan dari Forum Taksu Bali pada audiensi kali ini.

Baca juga :  Bangli Tambah Tiga Kasus Positif Corona, Satu di Antaranya Bocah 8 Tahun

Bendesa Agung juga mendorong adanya sosialisasi melalui media spanduk, banner, dan sosialisasi langsung secara terbatas melalui kegiatan pertemuan langsung dengan memperhatikan protokol kesehatan ketat yang kemudian dimediakan agar informasi dan isi dari SKB dapat tersampaikan ke seluruh krama Bali. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.