Bali Tambah 101 Kasus Positif Covid-19, Meninggal 11 Orang, Tabanan Zona Merah

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali, Selasa (11/5/2021), mencatat lonjakan kasus meninggal dunia sebanyak 11 orang. Kasus positif juga meningkat 101 orang, sedangkan pasien sembuh sebanyak 94 orang.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Selasa (10/5/2021), sebelas pasien yang tutup usia, terbanyak terjadi di Kabupaten Tabanan 3 orang, disusul Denpasar 2 orang, Klungkung 2 orang, Badung 2 orang, Bangli dan Buleleng masing-masing 1 orang.

Bacaan Lainnya

Pada bagian lain, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin, menyebutkan, dari 9 kabupaten/kota di Bali, kini Tabanan menjadi satu-satunya kabupaten yang menyandang zone merah. Sebelumnya, tambahnya, Buleleng menyandang zone merah. Tapi, kini sudah kembali berstatus zone orange.

Rentin mengatakan, data ini bersumber dari : https://covid19.go.id/peta-risiko. ”Data diolah berdasarkan beberapa indikator oleh Satgas Nasional. Data terbaru ini, juga sudah saya sampaikan ke pimpinan daerah (Gubernur Bali Wayan Koster),” ungkapnya.

Secara kumulatif kasus positif covid-19 di Bali sampai Selasa (11/5/2021) berjumlah 45.933 orang (45.788 WNI dan 145 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 43.389 orang (94,46%) sudah sembuh, dengan rincian 43.258 WNI dan 131 WNA.

Baca juga :  Kembali Innovation Hub Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Digital

Sementara kasus meninggal dunia, kini menjadi 1.425 orang (3,10%) dengan rincian 1.420 WNI dan 5 WNA. Selanjutnya, pasien yang masih dalam perawatan (kasus aktif), kini berkurang 4 orang menjadi 1.119 orang (2,44%) dengan rincian 1.110 WNI dan 9 WNA.

Dalam upaya menekan penularan covid-19 di Bali, Gubernur mengeluarkan SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Surat Edaran ini mulai berlaku Selasa (23/3/2021) sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. SE ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur dalam SE tersebut antara lain; kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.