POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Alih-alih menyapu bersih lima medali emas yang dipertandingkan, ternyata para atlet selancar ombak Bali yang mengusung bendera Indonesia hanya kebagian medali perak dan perunggu pada ajang International Surfing Open 2023 serangkaian ”KONI Badung Sport Tourism 2023” di Pantai Kuta (30 Juni – 2 Juli).
Perjuangan keras Oka Ariawan di nomor Longboard mens Division hanya mampu meraih perak. Peselancar asal Badung itu harus mengakui keunggulan Dani Widianto dari Aceh. Sementara medali perunggu di nomor itu diraih Pito Wardana (Jawa Barat) dan Anthony Spencer (Australia).
Aceh juga berjaya di nomor Longboard Womens Division melalui Dhea Natasya yang sukses merebut medali emas. Dhea mengalahan peselanxar Taiwan Leanne Mcdonald yang harus puas dengan perak. Sedangkan perunggu diraih Flora Christin (Sumatra) dan Kim Soo Gi (Korea).
Pada nomor Open Mens Shortboard, peselancar asal Jawa Timur Febriansyah sukses meraih medali emas. Febriansyah melewati tiga hadangan atlet tuan rumah Badung Darma Putra Tonjo, Mega Artana dan Made Widiarta yang harus puas kebagian perak dan perunggu.
Di nomor Open Womens Shortboard, dua peselancar Badung, Taina Izquerdo dan Lidia Kato juga kebagian perunggu, setelah harus mengakui keunggulan juara dunia, Sky Brown dari California yang sukses meraih medali emas. Sementara medali perak disabet Koka Yoshida (Jepang).
Setali tiga uang, dua peselancar junior Bali, Made Nesa (Denpasar) dan Aditya Somiya (Badung) juga harus puas dengan kalungan medali perunggu di nomor Junior Division. Medali emas di nomor ini diraih Western Hirst (Sumbawa)
dan perunggu disabet Philip Duke (Australia).
Total dalam even selama tiga hari tersebut, peselancar Bali mendulang 2 medali perak dan 6 medali perunggu. Mengomentari hasil kurang maksimal itu, Ketua Umum Pengkab Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Badung Nyoman Asti Adi mengaku para atletnya kurang beruntung.
”Padahal hampir semua nomor kita pegang. Tapi yang namanya kita bermain sama alam, jadi faktor keberuntungan juga ada perannya. Kondisi ombak kecil sekali dan cuaca tak menentu. Lagi hujan, lagi cerah,” ujarnya.
Hasil ini, tambahnya menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi even-even lainnya. ”Ini jadi tugas saya untuk evaluasi ke depannya,” ucap Asti Adi yang mengaku cukup puas dari segi penyelenggaraan even ini. ”Atlet-atlet luar negeri dan provinsi lainnya di Indonesia sangat mengapresiasi even ini,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak 300 atlet selancar dari 11 negara ikut berkompetisi dalam event internasional bertajuk ”KONI Badung Sport Tourism 2023” di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, mulai Jumat (30/6/2023) lalu.
Ke-11 negara tersebut yakni Rusia, Jepang, Korea, Belanda, Amerika, Ukraina, Australia, Cina, Taiwan, Spanyol dan tuan rumah Bali (Indonesia). Kompetisi yang sifatnya open (terbuka) mempertandingkan kelompok anak-anak hingga dewasa, dibuka Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Badung Made Nariana.
Selancar ombak menjadi cabang olahraga (cabor) ketiga dari 7 cabor yang dipertandingkan pada agenda KONI Badung Sport Tourism 2023. Sebelumnya dua cabor yakni kabaddi dan catur sudah berlangsung sukses. Sementara 4 cabor lainnya menyusul digelar secara bergilran hingga Oktober mendatang. yes
























