Askab PSSI Jembrana Siap Tuan Rumah Liga 3 Bali, Asal…..

  • Whatsapp
STADION Debes, Kabupaten Tabanan saat menggelar pertandingan Piala Soeratin U17 antara Perseden Denpasar melawan Pro Kundalini, Selasa (30/11/2021). Stadion Debes juga dipakai venue Liga 3 Rayon Bali 2021. foto: ist

DENPASAR – Asprov PSSI Bali dan pihak panitia pelaksana (Panpel) mulai kelimpungan masalah lapangan, menyusul padatnya jadwal pelaksanaan empat kompetisi sekaligus yang dipusatkan di dua venue (tempat pertandingan) yakni Stadion Debes (Kabupaten Tabanan) dan Stadion Mengwi (Kabupaten Badung).

Empat kompetisi tersebut yakni Liga 3 Rayon Bali 2021 dan Piala Soeratin Bali 2021 yang mempertandingkan tiga kelompok usia yakni usia 13 tahun (U13), U15 dan U17. Sebagaimana diketahui, Stadion Mengwi untuk venue U13 dan U15 yang melibatkan 36 tim. Sedangkan Stadion Debes dipakai menggelar U17 dan Liga 3.

Bacaan Lainnya

Padatnya jadwal ditambah kompetisi berjalan di tengah musim penghujan saat ini, membuat lapangan di kedua venue itu cepat rusak terlebih dipakai setiap hari minimal menggelar 2 partai pertandingan. Jika lapangan tergenang air dipakai bertanding, secara langsung tanahnya juga terangkat dan akan menjadi lumpur.

Sejumlah pertandingan menjadi viral karena dilangsungkan di lapangan yang tidak layak dan sangat berbahaya bagi keselamatan pemain. Tapi ironisnya, wasit-wasit yang memimpin pertandingan ngeyel melanjutkan, sekalipun garis lapangan sudah tidak tampak karena tertutup lumpur.

Jika laga ditunda, Panpel pun tak menyediakan lapangan alternatif untuk melanjutkan pertandingan tunda tersebut. Di sisi lain, dua venue yang ada (Stadion Mengwi dan Stadion Debes) sudah penuh dengan jadwal yang tersusun

Baca juga :  Gede Dana Minta Ketahanan Pangan Harus Terjaga Ditengah Wabah Corona

Atas kondisi tersebut, pihak Askot PSSI Denpasar langsung bersurat ke pihak panpel yang ditembuskan ke Asprov PSSI Bali, dengan harapan mengkaji ulang padatnya jadwal pertandingan dan masalah lapangan yang dipksakan dipakai bertanding.

”Minimal ada solusi menghadapi situasi musim hujan saat ini, ya seperti menambah venue lagi,” ujar Ketua Umum Askot PSSI Denpasar, AA. Ngurah Garga Chandra Gupta.

Pria yang akrab disapa Turah Mantri itu juga menyoroti jarak menuju pertandingan selanjutnya bagi tim-tim peserta juga sangat jauh, bahkan ada sampai menunggu lebih dari sepekan untuk laga kedua. Ini juga akan mempengaruhi pengeluaran anggaran tim-tim peserta.

STADION Mengwi, Kabupaten Badun sebagai venue Piala Soeratin U15 dan U13 Rayon Bali 2021. foto: ist

”Idealnya tiga hari saja jarak pertandingan pertama menuju laga kedua. Bahkan saya amati di Liga 1 Indonesia yang sedang bergulir, ada tim melakoni tiga pertandingan dalam seminggu. Harapan saya, mudah-mudahan saja pihak panpel bersama Asprov bisa mendapatkan solusi terbaik,” harapnya.

Stadion Pecangakan
Menurut informasi, Asprov PSSI Bali rencananya akan menggelar rapat Exco Kamis (2//12/2021) ini untuk membahas masalah venue sekaligus menanggapi keluhan sejumlah klub peserta. Bahkan, Asprov juga kembali melirik Stadion Pecangakan di Kabupaten Jembrana untuk venue Liga 3.

Hal itu dibenarkan Wakil Ketua Askab PSSI Jembrana, I Komang Budi Santa Jaya. Pihaknya mengaku dihubungi petinggi Asprov PSSI Bali terkait Stadion Pecangakan dijadikan venue Liga 3.

Baca juga :  I Gede Ardika dan Impian Visioner Wisata Desa

”Hanya, kami (Askab PSSI Jembrana) diminta mengajukan surat menjadi tuan rumah,” ujar Komang Budi, saat dikonfirmasi posmerdeka.com, Rabu (1/12/2021).

Dalam pembicaraan itu, Komang Budi berharap Asrov PSSI Bali menunjuk langsung. Sama seperti Asprov melalui rapat Exco menunjuk Tabanan sebagai tuan rumah untuk 8 besar Liga 3 ini.

”Padahal setahu kami melalui baca media, Tabanan tidak berminat jadi tuan rumah Liga 3. Saat itu, kami yang kepingin malah tidak direspon,” tuturnya.

Secara umum, lanjut Komang Budi, Askab PSSI Jembana siap, asalkan ditunjuk. ”Intinya kami siap membantu Asprov PSSI Bali untuk kelancaran pertandingan Liga 3 sampai tuntas,” tandas Komang Budi meyakinkan.

Sebelumnya, Ketua Umum Askab PSSI Jembrana, Ketut Tulis menyebutkan, Stadion Pecangakan siap menggelar pertandingan saat musim hujan karena drainase lapangan sangat baik.

”Ini bisa dilihat saat kami jadi tuan rumah penyisihan grup babak 16 besar, seluruh pertandingan berjalan lancar. Walau sempat ada hujan, tapi tidak sampai menggenangi lapangan,” bebernya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.