BULELENG – Sebagai upaya antisipasi dari kemungkinan terjadinya bencana di Bendungan Tamblang, Ditjen SDA Kementerian PUTR RI melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, kini mulai melakukan konsultasi terkait rencana tindak darurat (RTD) Bendungan Tamblang dengan Pemkab Buleleng.
Kegiatan konsultasi ini dilakukan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Bendungan BWS Bali-Penida, Komang Gede Putera Antara; bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng, Made Rousmini, Jumat (14/10/2022), di ruang rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng.
Rousmini mengatakan, pertemuan ini adalah upaya untuk mempersiapkan kesiapsiagaan tanggap darurat pengelola bendungan, menghadapi kejadian terburuk dari bendungan yang dikelola. ‘’BWS Bali-Penida telah menyusun dokumen RTD Bendungan Tamblang untuk kami konsultasikan bersama. Ini penting dilakukan karena juga menyangkut keselamatan warga di sekitar bendungan,’’ kata Rousmini.
Selain itu, Rousmini meminta, agar BWS Bali-Penida untuk membuat dokumen serupa pada bendungan lainnya yang ada di Buleleng, seperti Bendungan Gerokgak dan Titab di Busungbiu. ‘’Komitmennya ini, kami apresiasi dalam memberi pelayanan pengelolaan sumber daya air khusunya di Buleleng,’’ ujarnya.
Sementara Kasatker Bendungan BWS Bali-Penida, Komang Gede Putera Antara, menjelaskan, penyusunan dokumen RTD ini adalah salah satu kewajiban dalam memenuhi Peraturan Menteri PUTR No. 27. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bisa disiapkan langkah penanganan sesuai SOP yang sudah ditentukan.
Menurut Putera Antara, bendungan tersebut baik dari segi desain dan pelaksanaannya sudah melalui prosedur yang ditetapkan. ‘’Kalau nanti terjadi hal darurat, misalnya keruntuhan dan sebagaimanya, tidak serta merta langsung runtuh. Intinya masyarakat siap jika terjadi hal-hal seperti itu nantinya,’’ jelasnya.
Terkait jalur evakuasi dan rambu jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, sudah ditetapkan dalam dokumennya RTD-nya termasuk penangannya. Ke depan, BWS akan melakukan sosialisasi secara bertahap kepada masyarakat di area Bendungan Tamblang, untuk sebagai informasi awal agar nanti mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
‘’Sosialisasi ini akan dilakukan secara bertahap. Ya mungkin dari pihak aparat desa dulu kemudian baru akan disosialisakan kepada masyarakat langsung. Diharapkan dokumen RTD sudah ditetapkan, sebelum nanti proyek Bendungan Tamblang rampung pada bulan Desember tahun ini,’’ pungkas Putera Antara. rik
























