POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Kegiatan Karangasem Akhir Pekan (KAP) setiap akhir pekan melibatkan banyak pihak. Tersedia stan pedagang UMKM tanpa dikenakan biaya, dan penampilan kesenian dari masing-masing sekolah. Menariknya, ternyata acara ini tidak memakai dana dari APBD Karangasem.
I Gusti Subagiarta selaku Ketua Panitia KAP menjelaskan, anggaran kegiatan KAP bersumber dari swadaya para panitia serta donatur yang tidak mengikat. “Ini murni non-APBD,” ujar Subagiarta yang akrab disapa Gus Ode, Rabu (21/5/2025).
Subagiarta mengaku kondisi KAP yang meriah melahirkan pertanyaan soal dari mana biaya melaksanakannya. Kata dia, penampilan dari pihak sekolah yang menyajikan kesenian dan hiburan merupakan kesepakatan dari pihak sekolah masing-masing. Panitia hanya memfasilitasi tempat saja supaya ada geliat di Karangasem yang sebelumnya adem-ayem.
Dengan adanya KAP, terangnya, masyarakat ada hiburan, pedagang bisa jualan, dan ada geliat ekonomi meskipun dalam skala kecil. Dia berharap kelak mengalami perkembangan menjadi lebih baik.
Soal ada rumor pihak sekolah mesti mengeluarkan dana antara Rp10 juta sampai Rp- 20 juta untuk tampil di KAP, dia menjawab itu sudah kewajiban masing-masing sekolah. Artinya, sekolah yang ingin tampil sudah siap untuk segala hal terkait keterlibatan mereka; misalnya biaya sewa perlengkapan untuk tampil.
“Itu sekolah kan sudah punya kebijakan. Jangan nanti dituai ke hal-hal yang negatif, seolah-olah ada paksaan untuk biaya. Itu murni keikhlasan sekolah yang melibatkan siswa-siswinya untuk tampil menyalurkan ekspresi kesenian,” lugasnya menandaskan. nad























