Alokasi Dana Desa di Bangli Turun 35 persen

  • Whatsapp
KEPALA Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangli, I Dewa Agung Bagus Riana Putra. Foto: gia
KEPALA Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangli, I Dewa Agung Bagus Riana Putra. Foto: gia

BANGLI – Alokasi Dana Desa (ADD) untuk Bangli tahun 2021 mengalami penurunan secara akumulasi turun hingga Rp35 miliar dari tahun sebelumnya. Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangli, I Dewa Agung Bagus Riana Putra, Minggu (21/2/2021), dalam anggaran tahun 2021 nilainya turun dibandingkan 2020 hingga 35 persen. Tahun 2020 ADD senilai Rp100 miliar, sedangkan tahun 2021 sebesar Rp65 miliar “Anggaran ini untuk 68 desa,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, penurunan ADD antara lain imbas dari pandemi Covid-19. Hal ini tentu juga berimbas untuk kegiatan desa. Pembagian ADD di masing-masing desa, terangnya, ada perhitungannya dengan proporsi 60 persen dan 40 persen. Proporsional dimaksud dinilai dari indeks kesulitan geografis, luas wilayah, jumlah penduduk hingga angka kemiskinan di daerah itu. Dalam penentuan itu instansinya menggunakan data dari BPS Bangli.

Bacaan Lainnya

Dengan kondisi anggaran yang ada, urainya, tentu pemanfaatan memakai skala prioritas seperti penghasilan tetap atau siltap bagi perangkat desa. Pemanfaatan ADD merupakan kewenangan desa, yang dalam pengelolaannya bisa untuk pembangunan bidang pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat.

Dia menambahkan, dengan melihat kondisi anggaran saat ini, dipastikan ada desa yang kekurangan siltap. Nanti kekurangan itu akan diupayakan untuk diajukan di anggaran perubahan 2021. Namun, Riana belum dapat memastikan berapa bulan kekurangan siltap dapat terlihat setelah diposting di APBDes. gia

Baca juga :  Nala Antara : Dari Rumah Kembangkan Bahasa Bali

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.