Akses Jembatan Butus Target Selesai 18 Desember 2021, DPRD Monitoring Proses Pengerjaan Proyek

  • Whatsapp
KETUA DPRD Karangasem, I Wayan Suastika; didampingi I Nengah Sumardi, I Komang Sartika, serta I Wayan Parka dari Komisi II DPRD Karangasem, saat melaksanakan monitoring di lokasi proyek jembatan Butus, Rabu (13/10/2021). Foto: ist

KARANGASEM – Proyek pembangunan jembatan Butus, Bhuwana Giri, Bebandem, Karangasem kini hampir rampung. Sebelumnya akses jalan itu sering dikeluhkan masyarakat, terutama pada saat musim hujan, karena mengakibatkan terhambatnya jalur transportasi.

Guna memastikan pengerjaan proyek jembatan Butus, Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika; didampingi I Nengah Sumardi, I Komang Sartika, serta I Wayan Parka dari Komisi II DPRD Karangasem, Rabu (13/10/2021) melaksanakan monitoring ke lokasi proyek jembatan tersebut.

Bacaan Lainnya

Suastika mengatakan, kegiatan monitoring itu merupakan salah satu tugas DPRD sebagai pengawasan dalam proses penganggaran agar anggaran sesuai dengan kegiatan dilaksanakan oleh Dinas PU. Kata dia, pelaksanaan kegiatan digarap tahun 2021, dan ekonomi masyarakat bergerak dengan adanya pekerjaan fisik yang memang bisa dialokasikan pemerintah.

Selain itu, jelasnya, legislatif harus mengawasi kualitas kerja dan proses penggarapan pekerjaan. “Ini adalah yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat di Butus, Bhuwana Giri, Bebandem karena merupakan akses jalan yang sering terjadi banjir,” sebutnya.

Dia berharap pelaksana proyek mengerjakan dengan tepat waktu. Pun mengingatkan agar pengerjaan faktor cuaca, karena jika sampai hujan tidak bisa menyelesaikan dengan baik. Suastika mengaku bersyukur melihat kemajuan pengerjaan karena, sesuai yang disampaikan pelaksana, melebihi dari target, dan hampir selesai sebelum jatuh tempo.

Baca juga :  Verifikasi Final, 31.449 Pelaku UMKM di Badung Akan Terima BPUM

Lebih lanjut dipaparkan, legislatif sangat penting melakukan pengawasan, baik terkait serapan anggaran dan termasuk pelaksanaan waktu kerjanya. Untuk urusan bestek, dia berkata pengawasan ditangani dinas terkait agar kualitas tetap terjaga. “Untuk jembatan ini tidak boleh main-main, jadi pastilah kualitas tetap kita harapkan. Untuk anggaran kurang lebih 3,8 miliar, dan ditarget terakhir kontrak tanggal 18 Desember 2021,” tandasnya.

Wayan Surata Jaya selaku PPK proyek jembatan tersebut mengutarakan, persentase pengerjaan baru selesai 38 persen. Kendati demikian, dengan sisa waktu dua bulan ke depan, dia optimis dapat terkejar. Dia mendaku masih menunggu gardernya dari PT Kalparis sebagai pendukung pengadaan, dengan jadwal pemasangan bulan Oktober ini.

“Selama ini tidak ada hambatan dalam pengerjaan. Waktu pengerjaan jembatan ini 150 hari kalender, dengan kontrak terakhir tanggal 18 Desember 2021 ini,” cetusnya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.