BANGLI – Di tengah menanjaknya angka positif Corona belakangan ini di Bali, ternyata tidak semua desa di Bangli terpapar Covid-19. Dari 72 desa/kelurahan di Bangli, ada delapan desa yang sampai kini tidak terdampak penyebaran pandemi, alias masuk dalam zona hijau. Sisanya rata-rata berada di zona kuning (risiko sedang) dan oranye (risiko rendah).
“Ada delapan desa yang sejak pandemi merebak sampai saat ini tidak ada warganya terkonfirmasi positif,” ungkap Humas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, Selasa (26/1/2021).
Delapan desa itu, jelasnya, semuanya berada di Kecamatan Kintamani yakni Desa Banua, Bayung Cerik, Binyan, Gunung Bau, Katung, Kutuh, Lembean dan Mengani. Delapan desa itu rata-rata wilayahnya merupakan desa kecil, bahkan ada di antaranya yang memang dari sisi geografis tidak ada kontak luar dengan desa lain. Selain itu, sejak merebaknya pandemi di Bangli, desa-desa tersebut tergolong disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Malah ketika awal-awal pandemi masuk ke Bangli dan sedang tinggi-tingginya kasus, warga desa yang ada di luar atau merantau dilarang untuk sementara waktu melakukan kontak dan balik ke desa tersebut sampai situasi lebih aman.
Untuk kegiatan adat, ulasnya, juga benar-benar dilakukan pembatasan. Hanya satu pengusaha lokal diperkenankan memasok kebutuhan pokok, orang luar tidak diperkenankan masuk ke wilayah desa. “Pengendalian dan pencegahannya benar-benar serius dilakukan pihak desa adat setempat, dengan penjagaan superketat oleh pecalang desa,” pujinya.
Dia minta dukungan sepenuh hati masyarakat untuk memutus penyebaran Covid-19 yang semakin masif pada tahun 2021. “Tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan kapanpun dan di manapun,” pesannya. gia
























