POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Pemkab Gianyar mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi isu kenaikan dan potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) akibat dinamika global. Kondisi saat ini dipastikan masih terkendali, dengan berbagai langkah antisipasi telah disiapkan pemerintah daerah.
Bupati Gianyar, Made Mahayastra, menyatakan, BBM merupakan sektor vital dalam pergerakan ekonomi, sehingga pemerintah tidak tinggal diam. Salah satu skema yang tengah disiapkan adalah penerapan Work From Home (WFH) selama satu hari dalam sepekan.
“Walaupun belum diterapkan di Gianyar, kita siapkan langkah antisipasi, salah satunya WFH sehari dalam seminggu. Harinya akan disesuaikan dengan kondisi,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan panic buying yang justru dapat memicu kelangkaan semu di lapangan. Menurutnya, perilaku belanja berlebihan hanya akan mengganggu distribusi dan merugikan masyarakat lain. Warga disilakan sesuai kebutuhan, semua akan cukup. “Tapi kalau berlebihan, akhirnya jadi tidak terukur dan bisa membuat yang lain tidak kebagian,” pesannya.
Mahayastra menilai situasi saat ini masih dalam kategori normal. Pemerintah pusat juga disebut telah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi BBM.
Sebagai bagian dari Bali yang merupakan pulau kecil, Gianyar dinilai memiliki keunggulan dalam hal distribusi logistik. Perputaran kebutuhan pokok relatif lebih terkendali dibandingkan daerah dengan jalur distribusi panjang.
“Untuk kebutuhan pokok di dalam pulau, sebenarnya tidak ada masalah. Memang BBM datang dari luar, seperti dari Banyuwangi, tapi itu bukan alasan untuk panik,” pintanya.
Dia memastikan Pemkab akan terus memantau perkembangan situasi dan siap mengambil langkah cepat jika diperlukan. Masyarakat pun diharapkan tetap tenang dan bijak dalam berbelanja demi menjaga stabilitas bersama. adi
























