Usai Diperiksa 5 Jam, Mantan Bendahara BUMDes Pucaksari Akhirnya Ditahan

MANTAN bendahara BUMDes Pucaksari, Ni Putu Masdarini, resmi ditahan Jumat (7/4/2022) atas kasus dugaan korupsi. Foto: rik

BULELENG – Tersangka kasus dugaan korupsi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gema Matra Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Ni Putu Masdarini (48), mantan bendahara BUMDes tersebut resmi ditahan oleh tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng.

Masdarini ditetapkan sebagai tersangka dari hasil pengembangan yang selama ini dilakukan penyidik Pidsus Kejari Buleleng, dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana BUMDes Pucak Sari dengan kerugian sekitar Rp250 juta lebih.

Bacaan Lainnya

Sebelum dilakukan penahanan, Kamis (7/4/2022), Masdarini sempat menjalani pemeriksaan intensif oleh jaksa selama hampir 5 jam sejak pukul 10.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita.

Setelah diperiksa, tersangka yang menggunakan rompi tahanan Kejari Buleleng berwarna oranye dan diborgol, digiring ke mobil tahanan Kejari Buleleng untuk selanjutnya ditahan di Rutan Mapolsek Sawan selama 20 hari ke depan hingga 27 April 2022.

Kasiintel yang juga Humas Kejari Buleleng, AA Ngurah Jayalantara, mengatakan, saat ini, jaksa masih melengkapi berkas perkara agar kasus korupsi pengelolaan dana BUMDes Pucaksari bisa segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan disidangkan.

‘’Tersangka kami tahan dengan sejumlah pertimbangan penyidik, di antaranya ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun. Kemudian agar tersangka tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Selain itu, penahanan dilakukan untuk bisa mempercepat proses penyidikan,’’ terangnya.

Baca juga :  Indra Lesmana-Dewa Budjana Gelar Konser Virtual

Jayalantara menyebutkan, kasus menjerat Masdarini yang notabene mantan bendahara BUMDes Pucak Sari ini adalah pengembangan dari perkara sebelumnya yang menjerat mantan Ketua BUMDes, Nyoman Jinarka, yang telah disidangkan dan telah divonis bersalah dalam tindak pidana korupsi.

Tersangka Masdarini diduga telah terlibat melakukan korupsi dana BUMDes bersama terpidana Jinarka. Hingga menyebabkan kerugian dengan total mencapai Rp150 juta lebih.

Tersangka diduga ikut menikmati hasil korupsi senilai Rp113 juta lebih. ‘’Dari penetapan hakim, untuk tersangka bendahara diduga terlibat dan menanggung kerugian sekitar Rp113 juta lebih,’’ ungkap Jayalantara.

Dari jumlah kerugian negara yang ditaksir itu, tersangka Masdarini sudah melakukan pengembalian dana sejumlah Rp21 juta. Modus operandi tersangka tidak menyetorkan uang dari nasabah ke kas BUMDes ke rekening Bank BPD Bali.

‘’Untuk sisanya akan dihitung dalam tuntutan dalam narasi uang pengganti. Tersangka tidak menyetorkan uang kredit nasabah dengan alasan Bank BPD jaraknya terlalu jauh. Namun, ternyata uang itu justru digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi,’’ ujar Jayalantara.

Kejari Buleleng masih akan melakukan pengembangan penyidikan kasus korupsi yang sudah bergulir sejak tahun 2018 ini. Untuk saat ini, tersangka Masdarini dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 Jo UU RI Nomor 20 tahun 2021 Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Baca juga :  Piodalan di Pura Lempuyang Tetap Jalan Sesuai Prokes

‘’Kalau ada indikasi keterlibatan tersangka lain, kami akan buka penyidikan baru. Nanti akan kami lihat saat persidangan nanti. Kalau memang tidak ada, artinya kasus sampai disini saja,’’ ujar Jayalantara memungkasi. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.