Workshop Penguatan Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Kualitas “Deep Learning” di SMPN 5 Denpasar

WORKSHOP Penguatan Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kualitas Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang digelar SMPN 5 Denpasar. Foto: ist
WORKSHOP Penguatan Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kualitas Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang digelar SMPN 5 Denpasar. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – SMPN 5 Denpasar secara resmi memulai rangkaian Workshop Penguatan Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kualitas Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang akan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 29 Juni hingga 2 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan kompetensi pendidik guna mewujudkan pembelajaran yang berkualitas, bermakna, dan berpusat pada murid sesuai dengan arah kebijakan pendidikan nasional.

Workshop ini dibuka Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, dihadiri ketua dan bendahara komite sekolah, jajaran wakil kepala sekolah, staf, serta seluruh guru SMPN 5 Denpasar. Kehadiran seluruh unsur sekolah dan pemangku kepentingan menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di SMPN 5 Denpasar.

Read More

Kadisdikpora Agung Wiratama dalam sambutannya menekankan pentingnya setiap pendidik memanfaatkan data sebagai dasar dalam melakukan refleksi terhadap perkembangan murid. Menurutnya, data hasil belajar, asesmen, maupun perkembangan karakter murid harus menjadi landasan dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, sehingga setiap keputusan yang diambil benar-benar mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar murid.

Pada hari pertama workshop, peserta mendapatkan penguatan materi dari empat narasumber yang membahas berbagai aspek penting dalam implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Narasumber pertama, I Komang Budi Sentana Arta, menyampaikan materi tentang Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset) serta konsep dan kerangka kerja Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).

Ia menjelaskan bahwa pola pikir bertumbuh merupakan fondasi utama dalam menciptakan budaya belajar yang positif, di mana guru dan murid meyakini bahwa kemampuan dapat terus berkembang melalui proses belajar, latihan, refleksi, dan kolaborasi. Selain itu, ia menguraikan konsep Pembelajaran Mendalam yang menekankan pembelajaran bermakna melalui tiga elemen utama, yaitu berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful), sehingga peserta didik tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, serta mengembangkan karakter dan kompetensi secara utuh.

Narasumber kedua, I Made Gita Pramana Putra, membawakan materi mengenai prinsip-prinsip Pembelajaran Mendalam, pengalaman belajar, serta asesmen. Dijelaskan bahwa pembelajaran harus dirancang berdasarkan prinsip yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik melalui pengalaman belajar yang autentik, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, asesmen tidak hanya berfungsi sebagai alat mengukur hasil belajar, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembelajaran yang memberikan umpan balik untuk membantu guru memperbaiki strategi mengajar dan mendukung perkembangan setiap murid secara berkelanjutan.

Narasumber ketiga, Pande Dwi Juniwati, menyampaikan materi mengenai perencanaan dan implementasi Pembelajaran Mendalam. Dalam pemaparannya, dijelaskan langkah-langkah penyusunan pembelajaran mulai dari merumuskan tujuan pembelajaran, menyusun pengalaman belajar yang bermakna, memilih strategi pembelajaran yang tepat, hingga merancang asesmen yang selaras dengan tujuan pembelajaran. Ia juga memberikan contoh implementasi pembelajaran yang mendorong peserta didik aktif mengeksplorasi, berdiskusi, memecahkan masalah, dan menghasilkan karya sebagai bentuk nyata dari proses belajar yang mendalam.

Narasumber keempat, Ni Made Ninda Pradani, menyampaikan materi tentang Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence) dalam Memandu Generasi Digital di Era AI. Narasumber menjelaskan pentingnya penguasaan literasi digital, berpikir komputasional, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial secara bijaksana dalam dunia pendidikan.

Guru diharapkan mampu memanfaatkan berbagai perangkat AI untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, menyusun bahan ajar yang inovatif, serta membimbing peserta didik agar menjadi generasi yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki etika, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan tanggung jawab dalam memanfaatkannya.

Kepala SMPN 5 Denpasar, I Putu Krisna Sunarjaya, S.Pd., M.Pd., mengatakan, melalui workshop ini, diharapkan seluruh guru SMPN 5 Denpasar semakin memahami konsep dan implementasi Pembelajaran Mendalam serta mampu menerapkannya secara nyata dalam proses pembelajaran di kelas. Dengan semangat kolaborasi, refleksi, dan inovasi, SMPN 5 Denpasar terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas, membentuk peserta didik yang berkarakter, kompeten, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap menghadapi tantangan masa depan. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.