DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali, melalui Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19, Dewa Made Indra kembali menyampaikan kabar duka, menyusul dua pasien positif covid-19 meninggal dunia, Minggu (5/7/2020).
Kedua pasien yang meninggal itu, 1 orang merupakan warga Denpasar dan 1 orang lagi warga Kabupaten Badung. Keduanya terinfeksi virus corona akibat tramsmisi lokal (TL). ”Dengan demikian, jumlah pasien yang meninggal di Bali karena covid-19 berjumlah 20 orang (18 orang WNI dan 2 orang WNA,” jelas Dewa Indra.
Di hari yang sama, juga terjadi penambahan kasus positif covid-19 sebanyak 52 orang WNI dengan rincian 2 orang pekerja migran Indonesia (PMI) atau pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dan 50 orang TL, yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali, kecuali Jembrana yang nihil.
Kota Denpasar secara rutin menjadi penyumbang terbanyak 20 orang TL, disusul Badung 14 orang ( 13 TL dan 1 PPLN), Gianyar 6 TL, Klungkung 4 TL, Buleleng 3 TL, Tabanan 2 TL, Karangasem 2 TL dan Bangli 1 PPLN. Dengan demikian, jumlah kumulatif pasien positif di Bali sebanyak 1.849 orang.
Kabar baiknya, 30 pasien di Bali di hari yang sama Minggu (5/7/2020), dinyatakan sembuh setelah melalui perawatan intensif. Ke-30 pasien sembuh yang semuanya tertular karena transmisi lokal itu berasal dari 7 kabupaten/kota, Denpasar 10 orang, Gianyar 6 orang, Klungkung 5 orang, Karangasem 5 orang, Tabanan 2 orang, Badung 1 orang dan Bangli 1 orang.
”Tambahan 30 orang ini, menjadikan jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 967 orang,” terang Dewa Indra seraya menambahkan, jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 862 orang yang berada di 14 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Gran Mega dan BPK Pering.
Disebutkan juga, jumlah angka positif Covid-19 di Bali sebagian besar masih didominasi transmisi lokal, secara komulatif sejumlah 1.477 Orang dari jumlah kasus. Karena itu, pihaknya kembali mengingatkan masyarakat melakukan upaya-upaya pencegahan seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. ”Dalam menekan kasus transmisi lokal, masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” harap Dewa Indra.
Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali ini juga meminta kepada seluruh warga masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menguatkan disiplin dalam penerapan protokol pencegahan COVID-19 yakni selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menjaga jarak. Selain itu, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita.
”Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kami minta semua elemen masyarakat membantu dan bekerjasama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapapun yang pernah kontak dekat dengan orang yang positif, sehingga kita bisa menangani lebih awal orang-orang yang berisiko terinfeksi Covid-19 guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain,” pungkas mantan Kalaksa BPBD Provinsi Bali itu. yes
























