MATARAM – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Wilayah Provinsi NTB mulai melakukan pemetaan tekait figur putra-putri daerah yang dinilai berpeluang diusung sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, pada Pilkada Serentak 2024 mendatang.
DPW PSI NTB mengumumkan 24 tokoh NTB yang dinilai berpeluang tampil sebagai pemimpin NTB, yang dihimpun berdasarkan hasil serapan aspirasi dari bawah.
Ketua DPW PSI NTB, Dian Sandi Utama, Senin (5/9/2022) mengatakan, sebanyak 24 tokoh NTB yang dinilai memiliki peluang untuk ditawarkan sebagai calon kepala daerah antara lain petahana Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi). Keduanya aktif menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB sampai periode 2023 mendatang.
PSI juga memasukkan sejumlah nama mantan kepala daerah (kada) yang dinilai masih memiliki kans untuk maju, seperti mantan Bupati Lombok Tengah, Suhaili FT; juga mantan Wali Kota Mataram, Ahyar Abduh.
Selain itu sejumlah nama bupati/ Wali Kota juga masuk dalam radar PSI NTB. Mereka adalah Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmi; Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana; Bupati Bima, Indah Damayanti Putri; Bupati Lobar, Fauzan Khalid; Bupati KSB, W Musyafirin; dan Bupati Loteng, Lalu Pathul Bahri.
Sejumlah politisi yang memiliki nama besar juga tidak luput dari pantauan PSI, seperti Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda; politisi Partai Gerindra, Mori Hanafi; Waketum Partai Gelora, Fahri Hamzah; anggota DPR RI Dapil NTB, Muhammad Syafrudin; anggota DPR RI dari PPP, Wartiah; dan Ketua DPD Demokrat NTB, Indra Jaya Usman.
Sederet nama tokoh profesional juga ikut masuk dalam daftar PSI. Seperti Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi; Rektor UIN Mataram, Prof. Masnun Tahir; Rektor Unram, Prof. Bambang Hari Kusumo; mantan Danrem 162/WB, Brigjen TNI (purn), L. Rudi Irham Srigede; Rektor Ummat, Arsyad Abdul Gani; Dubes RI untuk Turki, L. M. Iqbal; kemudian pengusaha Farid Amir Thalib serta Faurani, Ketua Kadin NTB.
Dian menyampaikan, pertimbangan partainya dengan masuknya nama 24 tokoh NTB itu telah melalui proses penggalian dari beberapa aspek, dan berbagai indikator. Misalnya dari data primer-sekunder, perbincangan publik sampai mengangkat obrolan netizen pada beberapa postingan yang berbicara tentang Pilgub 2024.
“Kami juga membaca pendapat dan pemikiran para figur ketika bicara tentang kondisi daerah, dengan berbagai solusi yang ditawarkan,” tandasnya. rul























