TKP Duel Maut di Sading Diupacarai Secara Niskala, Kronologi Peristiwa Berdarah Itu Berawal dari Status WA

  • Whatsapp
ILUSTRASI. Peristiwa berdarah terjadi di Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, Badung pada Selasa (28/9/2021) malam. Dua orang terlibat duel dengan menggunakan senjata tajam. Akibatnya, satu orang dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada. Foto: net

MANGUPURA – Peristiwa berdarah terjadi di Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, Badung pada Selasa (28/9/2021) malam. Dua orang terlibat duel dengan menggunakan senjata tajam. Akibatnya, satu orang dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada.TKP berada di sebuah gang wilayah Banjar Puseh, Sading.

Peristiwa berdarah telah mencemari wilayah Desa Adat Sading. Karena itu, pihak desa adat meminta agar pelaku melakukan upacara pembersihan secara niskala di tempat kejadian perkara. Upacara tersebut telah berlangsung pada Rabu (29/9/2021) sore.

Bacaan Lainnya

“Atas peristiwa itu kami tidak bisa memberikan komentar banyak, karena menjadi ranah kepolisian. Desa Adat meminta agar pelaku melakukan upacara pembersihan,” kata Bendesa Adat Sading, Ketut Sudiarsa, dihubungi via telepon.

Informasi yang dihimpun, korban dan pelaku merupakan tetangga di Kelurahan Sading. Korban bernama I Made Oka Suyasa (40), alamat Banjar Puseh, Kelurahan Sading. Sedangkan pelaku I Wayan Armita alias Pak Ega (51), alamat Lingkungan Puseh Pengalasan Sading.

Kronologis kejadian sebagaimana keterangan tertulis dari Kasi Humas Polres Badung, Iptu Ketut Sudana,peristiwa berdarah ini berawal dari status di WhatsApp (WA). Pada Selasa (28/9/2021) sekitar pukul 14.00 Wita, pelaku dan saksi I Nyoman Kresna Bayu Putra alias Mang Jagapati (34), sedang main biliar di wilayah Blumbungan, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Badung.

Baca juga :  Gede Wenten Aryasuda Berpulang

Sekitar pukul 17.00 Wita, saksi memberitahukan kepada pelaku bahwa telah dikirimi pesan WA oleh korban. WA tersebut mempertanyakan maksud dari status yang dibuatnya. Selanjutnya korban menelepon saksi dan menanyakan maksud dan tujuan status yang dibuat di WA tersebut.

Saksi berniat mendatangi rumah korban (Made Oka) bersama pelaku (Wayan Armita) untuk meluruskan status WA tersebut dan hendak meminta maaf. Saksi Mang Jagapati yang merupakan warga Banjar Sibang, Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, terlebih dulu ke rumah Armita untuk mengantarnya.

Namun naas, ketika keluar dari gang rumah Armita, ternyata Made Oka sudah menunggu dan membawa sebuah linggis dan melancarkan pukulan hingga mengenai tangan kanan Armita. Armita pun lari ke rumahnya yang berjarak kurang lebih 50 meter dari TKP, dan mengambil golok.Selanjutnya Armita kembali. Setibanya di TKP,dia langsung dipukul oleh Made Oka dengan menggunakan linggis dan mengenai pelipis kiri hingga terluka dan mengenai leher.

Tidak terima dengan perlakuan itu, Wayan Armita langsung membacok Made Oka secara membabi buta. Oka lalu melarikan diri menuju jalan raya. Melihat korban bersimbah darah, pelaku (Armita) pun menolong korban (Oka), dan lanjut mengantarnya RSD Mangusada, Kelurahan Kapal, Badung.

Informasi terakhir, korban masih sadarkan diri. Sementara pelaku telah diamankan dan menjalani pemeriksaan oleh unit 1 Sat Reskrim Polres Badung. nas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.