Tingkatkan Kualitas Komoditas Lewat Agrowisata Abian Salak

  • Whatsapp
Foto: SALAK BUPATI Karangasem, IGA Mas Sumatri menunjukkan olahan salak produksi agrowisata Abian Salak di Desa Kalanganyar Sibetan, Kecamatan Bandem. Foto: nad
BUPATI Karangasem, IGA Mas Sumatri menunjukkan olahan salak produksi agrowisata Abian Salak di Desa Kalanganyar Sibetan, Kecamatan Bandem. foto: nad

KARANGASEM – Buah salak merupakan buah yang, selain untuk dikonsumsi, juga acapkali menjadi kebutuhan sarana upakara. Khusus di Kabupaten Karangasem, terdapat agrowisata Abian Salak di Desa Kalanganyar Sibetan, Kecamatan Bandem yang dikelola Kelompok Wanita Tani (KWT) berjumlah 20 orang. Pak Koking, nama panggilan I Wayan Mastra, sebagai pengelola mengelola komoditas ini mulai dari tahun 2013.

Salak diolah menjadi kopi, teh, kurma, madu, dan cuka. Dia sering mengikuti pameran dengan menu olahan salak dengan banyak variasi dan harga terjangkau. Madu salak dibandrol Rp50 ribu, kopi berat 200 gram dihargai Rp15 ribu, kurma salak Rp25 ribu per saset, dan teh salak Rp15 ribu. Sejauh ini produknya dipasarkan ke Denpasar, dan Sebagian pelanggan ada di Ubud, Gianyar. Khusus di Ubud, yang banyak dicari adalah kopi salak, karena ada cita rasa khasnya.

Bacaan Lainnya

“Karena situasi wabah Covid-19 saat ini, produksi jadi lebih jarang. Mudah-mudahan cepat kembali normal seperti semula, agar kami juga dapat mengembangkan usaha bisnis salak ini,” kisahnya ditemui, Senin (7/9/2020).

Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri, bersama tamunya sempat mencoba mencicipi olahan salak itu. Dia sangat mengapresiasi kreativitas warganya tersebut, dan menyarankan agar kemasan dan produksinya dapat ditingkatkan. Dengan begitu, cetusnya, dapat lebih memadai dan betul-betul sesuai dengan cira rasa khas, dan perlu penataan lebih baik dari segi tempat. “Tentu kami, pemerintah, akan selalu mengupayakan mengakomodir agar jenis usaha ini dapat dipertahankan,” tegasnya. 017

Baca juga :  Gubernur Koster Imbau Seluruh Masyarakat Bali Tetap di Rumah Masing-masing

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.