Prestasi Minor di Piala Thomas-Uber, PP PBSI Buka Potensi Ganti Pelatih

WAKIL Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat (tengah) dalam konferensi pers evaluasi tim bulutangkis Indonesia di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Jumat (8/5/2026). foto: ist

POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Umum I Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Taufik Hidayat mengatakan bahwa pihaknya membuka potensi untuk mengganti pelatih, menyusul pencapaian minor di Piala Thomas dan Uber 2026.

“Sangat mungkin (adanya perubahan pelatih), kenapa tidak. Apakah ada perubahan di sektor tunggal, bisa saja. Promosi degradasi (atlet-red) bisa kapan saja dan begitu juga dengan pelatih,” kata Taufik Hidayat dalam konferensi pers di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Jumat (8/5/2-25).

Read More

Taufik mengatakan bahwa di olahraga memang terkadang harus bersifat instan dengan tolok ukur prestasi. Oleh sebab itu perombakan baik dari tim kepelatihan bisa saja berlangsung jika menorehkan hasil nirprestasi.

“Kalau tidak perform buat apa dipertahankan. Olahraga tidak bisa menunggu-nunggu. Tidak hanya pelatih teknik tapi juga tim pendukung yang kalau tidak maksimal, kami cari lagi yang baru,” ujar Taufik Hidayat, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Taufik Hidayat juga mengingatkan, semua elemen di PBSI harus introspeksi menyusul kegagalan Indonesia di Piala Thomas 2026. Karena, tim Merah Putih kehilangan muka setelah untuk pertama kalinya dalam sejarah gagal lolos dari fase grup Piala Thomas. ”Ini evaluasi besar ke depannya. Kita tidak salahkan siapa-siapa. Semua harus introspeksi,” kata Taufik Hidayat.

Taufik menyebut, pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh atas kegagalan tim Thomas Indonesia yang tampil sangat kurang menjanjikan pada turnamen yang berlangsung di Horsens, Denmark, itu.

Dia memaparkan bahwa salah satu kendala tim Thomas Indonesia adalah kesiapan atlet, termasuk secara fisik. Kendala itu membuat atlet sulit tampil maksimal pada setiap pertandingan.

“Ada beberapa atlet yang ditanya siap? Siap! Namun di lapangan tidak siap. Akhirnya dari Piala Thomas kemarin, kami sepakat untuk berusaha sinkron. Kalau dokter bilang atletnya bilang belum bisa tanding, pelatih juga tidak boleh meminta atletnya berlaga. (Akhirnya) di Thomas kemarin ada yang beda-beda (susunan pemainnya). Waktu lawan Prancis kemarin. Biasanya kan ganti-gantian single (lalu) double,” tutur peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini.

Untuk itu, Taufik memastikan PBSI membuka kemungkinan untuk merombak tim kepelatihan di sektor putra. Saat ini PBSI tengah fokus menyiapkan program untuk melakukan regenerasi dan akselerasi atlet.

Di Piala Thomas 2026, Indonesia bergabung di Grup D bersama Thailand, Prancis dan Aljazair. Di grup itu, Indonesia menempati posisi ketiga klasemen akhir yang membuat Merah Putih tidak dapat melaju ke babak gugur.

Selama bertarung di Piala Thomas 2026, Indonesia menang 5-0 atas Aljazair dan 3-2 atas Thailand. Namun, pada laga terakhir, Indonesia kalah 1-4 dari Prancis. Indonesia gagal menembus fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan Piala Thomas setelah terhenti di fase grup karena tidak bisa menyaingi Thailand dan Prancis.

Catatan tersebut tentu mencoreng sejarah panjang tim Merah Putih yang merupakan salah satu negara tersukses di Piala Thomas. Sementara itu, tim Uber Indonesia langkahnya dibendung oleh Korea Selatan pada babak semifinal Piala Uber 2026.

Atas hasil minor tersebut, PBSI bertanggung jawab dan menghimbau kepada para penggemar dan pencinta bulutangkis Indonesia untuk tidak menyalahkan pemain. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.